Muhaimin Iskandar: Ketua PP Muhammadiyah Layak Jadi Ketua BPIP

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar melepas peserta mudik gratis PKB di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Ahad, 10 Juni 2018. Total ada 20 bus yang disediakan untuk tujuan Surabaya, Rembang, Semarang, Wonogiri, Klaten, dan Yogyakarta. TEMPO/Amston Probel

    Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar melepas peserta mudik gratis PKB di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Ahad, 10 Juni 2018. Total ada 20 bus yang disediakan untuk tujuan Surabaya, Rembang, Semarang, Wonogiri, Klaten, dan Yogyakarta. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menyebut sejumlah kriteria yang harus dimiliki oleh Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Menurut dia, seorang ketua BPIP harus memiliki pengalaman sebagai aktivis dan pemikir.

    Ia pun menyebut Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak layak menggantikan Yudi Latief sebagai Ketua BPIP. "Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah layak itu," kata Muhaimin di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Ahad, 10 Juni 2018.

    Baca: Yudi Latif: Setahun Bekerja, BPIP Belum Mendapat Hak Keuangan

    Muhaimin berpendapat, ketua badan pembinaan ideologi negara itu juga harus memiliki pengalaman dan kemampuan menjadi penggerak di masyarakat. Kata dia, kombinasi pemikir dan aktivis yang diperlukan untuk pembinaan ideologi Pancasila. "Yang tahu lapangan, pernah jadi penggerak, aktif di masyarakat, tapi juga punya pemikiran," ujarnya.

    Ketua BPIP kosong sepeninggal Yudi Latief yang mengundurkan diri pada Jumat, 8 Juni 2018. Melalui laman Facebooknya, Yudi mengumumkan pengunduran dirinya. Menurut dia, ini merupakan momen tepat baginya untuk mundur seiring dengan perubahan kelembagaan Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) menjadi BPIP. Dia menganggap perlu adanya penyegaran di lembaga itu.

    Baca: Hidayat Nur Wahid Minta Penjelasan Mundurnya Yudi Latif dari BPIP

    Juru bicara istana kepresidenan Johan Budi Sapto Prabowo mengatakan sudah menerima surat resmi pengunduran diri Yudi. Dalam surat itu, kata Johan Budi, Yudi Latief mengundurkan diri karena ada kepentingan keluarga yang harus dikerjakan dengan intensif.

    Muhaimin mengaku prihatin dengan keputusan Yudi Latief mundur dari jabatannya sebagai Ketua BPIP. Ia menilai Yudi adalah seorang yang memiliki kemampuan dan kredibilitas. Menurut dia, Yudi Latif perlu memberi penjelasan ihwal pengunduran dirinya. "Supaya enggak ada spekulasi, tolong jelaskan apa sebab-sebabnya. Supaya ada perbaikan di sana sini," ujarnya. (*)

    Lihat juga video: Enggan Jadi Dokter, Anak Muda Ini Malah Sukses Menantang Starbucks

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.