Pemudik Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem di Lintas Sumatera

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto aerial kendaraan melintas di Jalan Raya Padang- Jambi, kelok Sitinjau Laut, Padang, Sumatera Barat, 1 Juli 2017.  Arus balik yang melintas di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) Padang menuju Jambi dan Pulau Jawa pada hari 1 Juli 2017 terpantau ramai lancar. ANTARA/Iggoy el Fitra

    Foto aerial kendaraan melintas di Jalan Raya Padang- Jambi, kelok Sitinjau Laut, Padang, Sumatera Barat, 1 Juli 2017. Arus balik yang melintas di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) Padang menuju Jambi dan Pulau Jawa pada hari 1 Juli 2017 terpantau ramai lancar. ANTARA/Iggoy el Fitra

    TEMPO.CO, Palembang - Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengimbau pemudik untuk ikut mewaspadai perubahan cuaca ekstrem di jalur lintas Sumatera selama arus mudik libur Lebaran 2018. Ia memperkirakan puncak arus mudik ke berbagai kota di Sumatera Selatan akan berlangsung pada H-5 dan H+3 perayaan Idul Fitri 1439 Hijriah. 

    Saat ini, kata Alex, cuaca di sekitar Palembang masih berubah secara ekstrem. Selain cuaca kering, ia meminta pemudik mewaspadai hujan lebat disertai longsor di beberapa ruas jalan baik di lintas timur maupun lintas tengah. "Waspadai titik rawan longsor yang akan mempengaruhi kelancaran, kenyamanan dan keselamatan lalu lintas," kata Alex di Palembang, Sabtu, 9 Juni 2018.

    Baca: Kemenkes Sediakan 3.910 Posko Kesehatan Saat Libur Lebaran 2018

    Ia mengatakan telah terjadi lonjakan pergerakan penumpang meningkat sekitar 7 persen pada H-5 menjelang Idul Fitri. Pemerintah provinsi, kata dia, akan terus berkoordinasi dengan petugas untuk menjaga keamanan, kenyamanan, kelancaran, dan keselamatan selama dalam perjalanan.

    Alex pun meyiapkan sejumlah antisipasi terjadinya kemacetan dan kecelakaan lalu lintas angkutan jalan. Ia mempersiapkan mobil derek di beberapa titik rawan seperti di Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten Ogan Ilir. "Untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas selama masa angkutan lebaran berlangsung," ujarnya.

    Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Zulkarnain Adinegara mengatakan pihak telah memetakan daerah rawan kejahatan di jalan lintas timur maupun lintas tengah Sumatera. Untuk lintas timur, daerah rawan begal terdapat di sekitar Mesuji di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) hingga ke sekitar daerah perbatasan dengan Jambi. Di jalur lintas tengah yang terbilang rawan meliputi sekitar Martapura maupun Gunawang di Ogan Komering Ulu Timur.

    Baca: Mudik, Polisi Buka Tempat Penitipan Kendaraan di Semua Polsek

    Kerawanan di lintas tengah juga meliputi sepanjang jalan negara di kabupaten Empat Lawang, Lahat, dan Musi Rawas Utara. Namun, di daerah tersebut pihaknya sudah membangun 11 dari total 88 posko dan menyebar puluhan sniper atau penembak jitu.

    Menurut dia, penempatan penembak jitu tersebut karena disinyalir tindak kejahatan di jalanan cenderung meningkat selama mudik lebaran. Pelaku memanfaatkan kelengahan pengendara yang juga tidak mengenal jalan yang sedang dilewati. Libur Lebaran 2018, ia mengerahkan 7.890 personel polisi, 1.890 petugas dari Dinas Kesehatan yang disiagakan 24 jam di setiap pos selama operasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.