Ribuan TKI di Malaysia dan Singapura Mudik Lewat Batam

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TKI yang akan mudik dari Kuala Lumpur Malaysia. REUTERS/Samsul Said

    TKI yang akan mudik dari Kuala Lumpur Malaysia. REUTERS/Samsul Said

    TEMPO.CO, Batam - Ribuan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Singapura dan Malaysia mulai pulang ke kampung halaman masing-masing melalui Kota Batam, Kepulauan Riau, menjelang Idul Fitri.

    "Mendekati hari H biasanya penumpang yang datang bisa mencapai 10 ribu orang dan setengahnya kami perkirakan pekerja migran," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam Lucky Agung Binarto di Batam pada Ahad, 10 Juni 2018.

    Baca: Ramadan, KBRI Saudi Tagih Rp 4,5 Miliar Gaji TKI dari Majikan

    Namun pihak Imigrasi tidak dapat membedakan WNI yang melalui tempat pemeriksaan imigrasi adalah TKI atau hanya WNI pelancong, sehingga jumlahnya tidak bisa dipastikan. "Untuk pekerja migran atau bukan, kami belum bisa mengantisipasinya karena itu sangat relatif dan tidak tertera di dalam sistem," kata Lucky.

    Ia mengatakan jumlah penumpang yang tiba dari Malaysia dan Singapura di Pelabuhan Internasional Batam Center lebih banyak dibanding hari-hari biasanya. Namun, menurut dia, jumlahnya belum terlalu signifikan.

    Baca: BRI Gelar Mudik Gratis ke Indonesia untuk TKI di Malaysia

    Imigrasi pun melakukan langkah antisipasi lonjakan penumpang dengan meningkatkan sistem juga sumber daya manusia yang bertugas. "Kami sudah menambah jumlah konter kedatangan dan keberangkatan yang awalnya 10 menjadi 12, baik itu di kedatangan maupun di keberangkatan," kata Lucky.

    Ia optimistis penambahan anjungan pemeriksaan paspor tersebut, dapat meningkatkan pelayanan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi, sekaligus mengurangi antrean panjang.

    Baca: Kemenlu Peringatkan Risiko TKI Berpaspor Data Palsu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.