Bupati Tulungagung Syahri Mulyo Dikabarkan Sudah Berada di KPK

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan calon bupati/wakil bupati petahana Syahri Mulyo (kiri) dan Maryoto Bhirowo (kedua kiri) menyampaikan pernyataan usai penyerahan persyaratan administrasi pendaftaran pilkada di KPU Tulungagung, Jawa Timur, 8 Januari 2018. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

    Pasangan calon bupati/wakil bupati petahana Syahri Mulyo (kiri) dan Maryoto Bhirowo (kedua kiri) menyampaikan pernyataan usai penyerahan persyaratan administrasi pendaftaran pilkada di KPU Tulungagung, Jawa Timur, 8 Januari 2018. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Bupati Tulungagung Syahri Mulyo dikabarkan sudah berada di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK dan sedang menjalani pemeriksaan. Keberadaan Syahri Mulyo di Gedung KPK di Jakarta ini disampaikan Heru Santoso, bendahara tim pemenangan pasangan Syahri Mulyo – Maryoto Bhirowo.

    Syahri Mulyo sempat menghilang sejak ditetapkan KPK sebagai tersangka suap proyek pemerintah. “Menurut info yang kami terima, (Syahri Mulyo) sudah di KPK dan sangat kooperatif menjalani pemeriksaan,” kata Heru Santoso kepada Tempo, Sabtu 9 Juni 2018.

    Baca:
    Bupati Tulungagung Diminta Menyerah Seperti ...
    KPK Minta Bupati Tulungagung dan Wali Kota ...

    Kedatangan Syahri Mulyo ke gedung KPK ini, menurut Heru, merupakan bentuk keberanian Syahri membuktikan dirinya tak terlibat dalam tindak pidana suap. Syahri Mulyo juga tidak sedang berada di Tulungagung atau Blitar saat penyidik KPK tengah melakukan operasi tangkap tangan.

    Bagi DPC PDI Perjuangan, Syahri Mulyo adalah korban politik pemilihan kepala daerah yang tengah dijalani. Sebab faktanya, Syahri tidak berada di lokasi yang disebut-sebut sebagai operasi tangkap tangan oleh KPK. “Kami masih meyakini beliau tidak terlibat,” kata Heru.

    Baca:
    KPK Duga Bupati Tulungagung Terima Suap Rp ...
    Kronologis OTT KPK di Blitar dan Tulungagung

    Syahri ditetapkan sebagai tersangka penerima suap proyek infrastruktur di kabupaten yang dipimpinnya, bersamaan dengan Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar pada 6 Juni lalu 2018. Keberadaannya tidak diketahui hingga ada kabar dari Heru.

    KPK mengimbau calon Bupati Tulungagung inkumben ini mengikuti jejak Samanhudi,  yaitu menyerahkan diri setelah ditetapkan sebagai tersangka. Samanhudi telah menyerahkan diri ke KPK pada Jumat, 8 Juni 2018, sekitar pukul 18.30.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.