Setia Berkreasi dan Menjadi Manusia Mandiri

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Irwan Bajang tidak kenal lelah terus berkarya membangkitkan semangat menulis pada lingkungansekitarnya dan melestarikan seni sastra bagi generasi muda Indonesia. (Foto: Dok. Astra)

    Irwan Bajang tidak kenal lelah terus berkarya membangkitkan semangat menulis pada lingkungansekitarnya dan melestarikan seni sastra bagi generasi muda Indonesia. (Foto: Dok. Astra)

    Muda, penuh energi, dan visioner. Kira-kira beberapa kata inilah yang cocok untuk menggambarkan sosok Irwan Bajang. Seorang pemuda kelahiran Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, 22 Februari 1987. Saat ini, ia berdomisili di Sleman, Jawa tengah dan dikenal sebagai seorang penggiat seni sastra yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian dunia penulisan di kalangan generasi muda.

    Irwan sudah mencintai dunia sastra sejak masa SMA dengan mengambil jurusan bahasa yang mengenalkannya pada sejumlah seniman sastra seperti Chairil Anwar, W.S Rendra maupun Ernest Hemingway. Berlanjut dengan kuliah di jurusan Hubungan Internasional, Fakultas Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Irwan justru semakin mendalami berbagai kegiatan sastra. Ia juga terlibat dengan sebuah media pemberitaan independen kampus.

    Pada tahun 2011, ia bersama beberapa rekannya mendirikan sebuah wahana tulis-menulis bernama Independent School. Ia mengajarkan kepada siswa-siswi SMP, Mahasiswa, dan beberapa komunitas mengenai seluk-beluk dunia penulisan serta penerbitan. Semua ini ia lakukan secara cuma-cuma demi mengenalkan dan melestarikan seni sastra kepada generasi muda Indonesia.

    Berbekal berbagai pengalaman dan suka duka dalam dunia penulisan, Irwan juga mendirikan sebuah penerbitan independen yang dinamakan Indie Book Corner (IBC). Ia menilai, banyak penerbitan umum yang hanya mementingkan unsur komersialitas belaka. Alhasil, banyak karya buku dengan isi yang sangat baik namun tidak diterima untuk dipasarkan hanya karena alasan tidak sesuai kemauan pasar.

    Lewat IBC, Irwan ingin para penulis Indonesia dapat menghasilkan berbagai karya berkualitas tanpa harus khawatir soal pasar. Para penulis akan dibantu mulai dari cetak, pemasaran, hingga transparansi uang yang akan didapat dari jerih payah menulis. Bahkan, tagline IBC berbunyi "Tugasmu hanya menulis, serahkan penerbitannya kepada kami."

    Irwan adalah satu di antara banyak generasi muda Indonesia lainnya yang berjuang demi kemandirian bangsa ini. Sudah saatnya generasi muda Indonesia bergerak untuk peningkatan kualitas dalam kehidupan masyarakat. Untuk informasi lebih lanjut lagi tentang SATU Indonesia Awards, silakan kunjungi website www.satu-indonesia.com .

    BAYU SATITO / TIM INFO TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.