Tim Jelajah Desa Kemendes Jelajahi Nagari-nagari di Sumatera Barat

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jelajah Ramadan Kemendes PDTT di Jawa Barat dan Jawa Tengah dipimpin Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo, 29 Mei - 1 Juni 2018.

    Jelajah Ramadan Kemendes PDTT di Jawa Barat dan Jawa Tengah dipimpin Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo, 29 Mei - 1 Juni 2018.

    INFO NASIONAL - Tim Jelajah Desa Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memulai perjalanan menjelajahi nagari-nagari di Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu, 6 Juni 2018.

    Dimulai dari Padang, tim bergerak ke Padang Pariaman, Pariaman, Pasaman Barat, Pasaman, Bukittinggi, Agam dan Limapuluh Kota. Ada 31 titik untuk 31 agenda selama empat hari yang akan dijalani tim ini. Agenda utama adalah melihat dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pencapaian dari pendistribusian Dana Desa yang sudah diberikan kepada setiap nagari di Sumbar.

    Kemendes PDTT telah mendistribusikan Dana Desa Rp 187 triliun untuk percepatan pembangunan Indonesia, dimulai dari desa.

    Dana Desa yang sudah disalurkan tersebut, tak hanya nilainya yang tergolong fantastis, tetapi umpan balik yang dirasakan masyarakat di desa juga sangat besar.

    Tak sedikit desa atau daerah yang sebelumnya terisolir, justru aksesnya semakin terbuka. Terjadi percepatan pembangunan di desa, terjadi pertumbuhan yang signifikan di desa.

    Untuk evaluasi Dana Desa di Sumbar melalui Tim Jelajah Desa, Menteri Eko Putro Sandjojo mempercayai tim ini  dipimpin Febby Datuk Bangso, tokoh muda Sumatera Barat asal Kabupaten Agam. Ia sudah tidak asing lagi di lingkup Kemendes PDTT karena selain menjadi Staf Khusus Kemendes PDTT bidang Kebijakan Strategis, ia juga Ketua Forum BUMDes Indonesia.

    "Beliau juga sudah sangat memahami karakter dan kondisi di Sumbar," kata Eko Putro Sandjojo.

    Ada pun kehadiran tim, menurut Febby yang juga Ketua Umum DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumbar tersebut, dimaksudkan untuk melihat dari dekat penyaluran Dana Desa dan sejauh mana pencapaian yang sudah terjadi.

    "Kesempatan ini akan ditindaklanjuti dengan diskusi dengan pihak-pihak yang bersentuhan dengan semua yang sudah diberikan tersebut," kata lelaki yang akrab disapa Datuk   Febby ini.

    Menurutnya, jika ditemukan kekurangan atau masalah di lapangan, bisa segera ditindaklanjuti untuk diperbaiki. 

    "Jelajah Desa ini juga dijadikan ajang silaturrahmi dan menyaksikan capaian positif Dana Desa," kata Datuk Febby.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.