Anak Muda Sebagai Katalisator Generasi Indonesia

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pada tahun 2014, SATU Indonesia Awards memberikan penghargaan bagi generasi muda yangmemiliki prestasi dan sumbangsih nyata dalam 5 bidang, antara lain Teknologi, Lingkungan,Kesehatan, Pendidikan, serta Kewirausahaan. (Foto: Dok. Astra)

    Pada tahun 2014, SATU Indonesia Awards memberikan penghargaan bagi generasi muda yangmemiliki prestasi dan sumbangsih nyata dalam 5 bidang, antara lain Teknologi, Lingkungan,Kesehatan, Pendidikan, serta Kewirausahaan. (Foto: Dok. Astra)

    Pada tahun 2014, SATU Indonesia Awards memberikan penghargaan bagi generasi muda yang memiliki prestasi dan sumbangsih nyata dalam 5 bidang, antara lain Teknologi, Lingkungan, Kesehatan, Pendidikan, serta Kewirausahaan. Menurut Presiden Direktur Astra, Prijono Sugiarto, mereka adalah anak-anak muda yang layak dianggap sebagai katalisator generasi masa depan Indonesia.

    Dari Sleman, jawa Tengah, seorang pria muda dengan semangat menularkan semangat menulis pun hadir. Ia adalah Irwan Bajang yang memiliki kepedulian untuk mengajarkan siswa siswi SMP hingga Mahasiswa mengenai seluk beluk dunia penulisan dan penerbitan. Ia bahkan mempunyai sebuah penerbitan Indie Book Corner yang dilakukan dengan cuma-cuma.

    Seorang pemuda bernama Maharani hadir mewakili Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pada tahun 2009, ia mengumpulkan beberapa pemilik pohon Gaharu dan membentuk Forum Pencinta Gaharu di NTB. Harapan terbesarnya adalah mengubah mindset masyarakat dari penebangan pohon Gaharu menjadi pelestarian tanaman ini secara luas.

    Pada bidang Kewirausahaan, Resika Caesaria asal Banyumas menerima apresiasi untuk karyanya yang berupa usaha franchise makanan ringan Cimol dengan lebih dari 200 mitra. Keunikannya, ia hanya menerima mitra yang mau berjualan cimol sendiri dengan modal yang tidak terlampau besar. Hal ini semata-mata ia lakukan untuk membangkitkan semangat berwirausaha di masyarakat.

    Selanjutnya dari Papua, seorang mantri kesehatan bernama Marsellinus Wellip hadir melayani masyarakat Distrik Towe, Keerom. Dengan penuh pengabdian dan tanpa kenal lelah, ia rela berjalan kaki melalui pedalaman hutan tropis untuk bisa melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan. Ia juga aktif memberikan berbagai penyuluhan tentang gaya hidup sehat bagi masyarakat.

    Terakhir, Idham Aulia terpilih sebagai penerima apresiasi untuk bidang teknologi. Ia memiliki karya berupa kapal pembersih sampah untuk perairan dangkal yang dijuluki, The Ganers. Gagasan ini muncul setelah Idham menyadari bahwa persoalan sampah di perairan kota-kota besar seperti Jakarta maupun Surabaya sangatlah kompleks.

    Pada tahun 2018, SATU Indonesia Awards kembali diselenggarakan. Inilah saat dimana para pemuda pemudi Indonesia kembali menunjukkan semangatnya untuk berkarya bagi kemajuan bangsa. Pendaftaran sudah dibuka sejak 22 Maret 2018 lalu hingga 22 Agustus mendatang. Untuk informasi lebih lanjut lagi tentang SATU Indonesia Awards 2018, silakan kunjungi website www.satu-indonesia.com .

    BAYU SATITO / TIM INFO TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.