Senin, 25 Juni 2018

Grombyang OS: Sistem Operasi Bermanfaat yang Dipersembahkan Bagi Masyarakat

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Grombyang OS atau lebih sering disebut grOS adalah sebuah sistem operasi yang dikembangkanuntuk digunakan oleh masyarakat, penerima penghargaan SATU Indonesia Award kategori kelompok. (Foto: TEMPO/Afif Nur Efendi)

    Grombyang OS atau lebih sering disebut grOS adalah sebuah sistem operasi yang dikembangkanuntuk digunakan oleh masyarakat, penerima penghargaan SATU Indonesia Award kategori kelompok. (Foto: TEMPO/Afif Nur Efendi)

    Grombyang OS atau lebih sering disebut GrOS adalah sebuah sistem operasi yang dikembangkan untuk digunakan oleh masyarakat. Berbeda dengan makanan khas Pemalang, Grombyang yang satu ini merupakan sebuah hasil produksi teknologi sejumlah pemuda di Pemalang yang tergabung dalam satu komunitas dan sangat peduli terhadap pendidikan teknologi informasi di sekolah-sekolah. Mereka bahkan menggratiskan penggunaan sistem ini bagi siapapun tanpa terkecuali.

    Berawal dari sebuah Komunitas Pengguna Linux Indonesia (KLPI) yang diawaki oleh Sumitro Aji Wibowo, Jordan Andrean, dan Nanda Arfan Hakim, gagasan untuk membuka wawasan teknologi dan informasi bagi masyarakat pun tercetus. Dengan keahlian dalam bidang teknologi informasi yang mereka miliki, berbagai diskusi dan acara bertajuk ‘ngoprek’ bareng pun sering mereka adakan. Akhirnya pada tahun 2013, komunitas tersebut berubah nama menjadi Grombyang OS yang juga mereka terapkan sebagai nama sistem operasi karya mereka.

    GrOS sekilas memiliki sistem yang mirip dengan Windows. Namun, sistem ini didesain sebagai sistem yang berbasis pendidikan dimana di dalamnya juga dilengkapi oleh sejumlah aplikasi yang menunjang pendidikan seperti aplikasi multimedia (audio dan video). Salah satu kelebihan sistem ini adalah cara kerja yang cepat tanpa harus memikirkan keberadaan anti-virus.

    Ide sistem berbasis pendidikan ini ternyata mendapat sambutan yang cukup positif dari masyarakat. Komunitas GrOS pun semakin memperluas wilayah cakupannya hingga Aceh, Jabotabek, Pantura, Solo, Pekalongan, dan Tegal. Mereka pun banyak menerima kerjasama dengan berbagai instansi seperti rumah sakit, sekolah, perusahaan, bahkan kantor pemerintahan seperti kantor desa. Beberapa pihak yang sudah menggunakan GrOS sangat mengapresiasi keberadaan sistem ini. Pekerjaan mereka semakin dimudahkan, informasi dapat tersampaikan dengan baik ke masyarakat, dan para perantau pun dapat berkomunikasi secara online menggunakan GrOS.

    Terlepas dari berbagai rintangan yang dihadapi oleh GrOS, para pemuda dalam komunitas ini sudah menunjukkan upaya yang luar biasa dalam bidang teknologi. Sumbangsih mereka sangat bermanfaat bagi banyak pihak dan meningkatkan kesadaran masayarakat akan pentingnya hak cipta. Kepedulian GrOS akhirnya mengantarkan mereka menjadi salah satu penerima apresiasi Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2015 untuk kategori kelompok yang membidangi teknologi.

    Kisah mereka secara lengkap dapat Anda ikuti di website www.satu-indonesia.com .

    BAYU SATITO / TIM INFO TEMPO


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Pelatih Paling Mahal di Piala Dunia 2018

    Ini perkiraan jumlah gaji tahunan para pelatih tim yang lolos Piala Dunia 2018.