Hambatan yang Menjadi Pengalaman Tak Terlupakan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menjadi tim verifikasi bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Kadang, hambatan selamaperjalanan pun harus dihadapi dan diatasi. (Foto: Norman Senjaya)

    Menjadi tim verifikasi bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Kadang, hambatan selamaperjalanan pun harus dihadapi dan diatasi. (Foto: Norman Senjaya)

    Verifikasi adalah tahapan penting yang jadi bagian setiap penyelenggaraan Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards. Sejumlah tim biasanya telah disiapkan untuk diberangkatkan ke berbagai tempat di Indonesia. Mereka akan menyaksikan langsung bagaimana kegiatan yang dilakukan oleh para peserta, mewawancarai berbagai pihak yang terkait, dan melihat dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan itu bagi masyarakat setempat.

    Sekilas, apa yang dilakukan oleh tim verifikasi memang tampak menyenangkan. Namun ternyata, proses verifikasi bukanlah proses yang mudah. Tidak jarang tim justru menemui berbagai hambatan selama perjalanan. Salah satunya seperti yang terjadi pada tahap verifikasi SATU Indonesia Awards 2015.

    Saat itu, sebagian wilayah Indonesia, khususnya Sumatera dan Kalimantan dilanda kebakaran hutan yang begitu hebat. Salah satu tim harus menuju Jambi yang juga terkena dampak buruk kebakaran tersebut. Bandara lumpuh total sehingga tim terpaksa harus mengalihkan penerbangan ke Bengkulu yang masih relatif aman dari asap kebakaran hutan. Namun, dari Bengkulu mereka harus menempuh perjalanan darat menuju Jambi selama kurang lebih 15 jam. Padahal, jalan Sumatera saat itu belum sebaik kondisi saat ini.

    Masalah yang sama juga dialami oleh tim yang berangkat ke Lhokseumawe, Nangroe Aceh Darussalam. Bila sesuai rencana, mereka berangkat menggunakan pesawat dari Jakarta menuju Lhokseumawe dan transit sebentar di Bandara Kualanamu, Medan. Sayangnya, karena kondisi asap yang menutupi Bandara Kualanamu, sesampainya di Medan mereka terpaksa melanjutkan perjalanan ke Lhokseumawe dengan menggunakan jalur darat. Waktu tempuh penerbangan yang seharusnya hanya berkisar 50 menit harus mereka ganti dengan perjalanan darat selama 9 jam.

    Begitu banyak kisah menarik yang dialami oleh tim verifikasi. Memang tidak mudah, namun semua ini terbayarkan dengan pengalaman berharga menyaksikan berbagai perjuangan generasi muda di seluruh penjuru tanah air untuk memajukan masyarakat, bangsa dan negara Indonesia. Bagi tim verifikasi yang pernah bertugas dalam SATU Indonesia Awards, sulitnya medan perjalanan bukanlah sebuah halangan, tetapi menjadi satu pengalaman yang tak terlupakan.

    Untuk mengetahui kisah menarik lainnya dalam SATU Indonesia Awards, silakan kunjungi website www.satu-indonesia.com .

    BAYU SATITO / TIM INFO TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.