Isu Dugaan 40 Masjid Sebarkan Ajaran Radikalisme, Ini Kata Ketua MPR

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR RI Zulkifli Hasan saat acara diskusi dengan ratusan mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) peserta Semarak I'tikaf Ramadhan 1439 H, di Masjid Ulil Albab UII, Yogyakarta, Kamis, 7 Juni 2018.

    Ketua MPR RI Zulkifli Hasan saat acara diskusi dengan ratusan mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) peserta Semarak I'tikaf Ramadhan 1439 H, di Masjid Ulil Albab UII, Yogyakarta, Kamis, 7 Juni 2018.

    INFO NASIONAL - Baru-baru ini masyarakat Indonesia, terutama umat Islam, kaget bukan kepalang dan geram dengan munculnya isu bahwa ada sekitar 40 masjid yang diduga menyebarkan ajaran radikalisme dan intoleransi. Penolakan keras datang dari berbagai elemen masyarakat.

    Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan pun merespons keras isu tersebut. "Tegas ya, saya tidak setuju isu tersebut. Mana ada masjid ajarkan radikalisme dan intoleransi. Enggak ada," ujarnya saat acara diskusi dengan ratusan mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) peserta Semarak I'tikaf Ramadhan 1439 Hijriah di Masjid Ulil Albab UII, Yogyakarta, Kamis, 7 Juni 2018.

    Zulkifli mengatakan masjid adalah tempat ibadah, tempat kebaikan berasal dan dikaji. Kalau ada oknum atau pihak yang melanggar hukum atau enggak beres, harus ditangkap serta diproses. Jangan masjidnya yang dicap radikal. "Yang menyebarkan isu masjid radikal itu cuma buat gaduh saja itu.  Kalau ada oknum yang enggak beres, tangkap saja. Jangan salahi masjidnya, bikin gaduh saja," ucapnya.

    Berbicara aksi radikalisme seperti bom bunuh diri, Zulkifli menegaskan dirinya 100 persen menolak aksi tersebut. Aksi itu melanggar prinsip-prinsip dalam Islam dan kemanusiaan. “Jadi harus dilawan aksi-aksi radikal seperti itu. Namun sekali lagi jangan dibilang masjidnya radikal, nanti persepsi masyarakat akan terbentuk ke masjidnya. Padahal, masjid adalah tempat kebaikan,” katanya. (*)

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.