Gatot Nurmantyo Unggul Sebagai Cawapres Jokowi dan Prabowo

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo (tengah) memberikan keterangan pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 8 Mei 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo (tengah) memberikan keterangan pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 8 Mei 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo diunggulkan sebagai calon wakil presiden di empat provinsi Pulau Jawa, yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur dalam survei yang digelar Charta Politika.

    Dalam survei itu, Gatot Nurmantyo dianggap layak mendampingi calon presiden inkumben Joko Widodo maupun pesaingnya, Prabowo Subianto.

    Baca juga: Gatot Nurmantyo Bermanuver, Gerindra: Kami Tidak Gentar

    Seperti survei yang digelar terhadap 800 responden di Banten. "Saat ditanya siapa tokoh yang pantas mendampingi Jokowi, sebanyak 5,5 persen responden memilih Gatot Nurmantyo, disusul Anies Baswedan 5,4 persen dan Agus Harimurti Yudhoyono 3,8 persen," ujar Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya di Jakarta, Rabu 6 Juni 2018.

    Adapun Muhaimin Iskandar yang sudah mengajukan diri sebagai cawapres Jokowi, meraih 3,3 persen suara. Sedangkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang tidak pernah mendeklarasikan diri sebagai cawapres, masuk lima besar dengan suara 2,5 persen.

    Baca juga: PAN dan Demokrat Hitung Peluang Gatot Nurmantyo di Pilpres 2019

    Responden Banten juga diminta memilih sosok yang pantas mendampingi Prabowo dalam pemilihan presiden 2019. Hasilnya, Gatot juga unggul dengan suara 11,3 persen, sedangkan Anies 9,1 persen, dan AHY 5,4 persen. Di bawah mereka ada nama Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH. Muhammad Zainul Majdi atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang dengan suara 2,1 persen. Ada juga mantan hakim konstitusi, Mahfud MD dengan suara 1,8 persen.

    Lalu survei di Jawa Barat, mantan panglima TNI Gatot Nurmantyo masih menempati peringkat pertama sebagai cawapres Jokowi yakni 10,9 persen suara. Lalu AHY 8,1 persen dan Menteri Susi 3,8 persen suara, setara dengan Anies 3,8 persen. Lantas ada calon gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa yang meraih 2,3 persen suara.

    Baca juga: Gatot Nurmantyo Bicara Soal Pilpres Saat Buka Bersama Ketum PAN

    Gatot Nurmantyo juga unggul sebagai pasangan Prabowo pilihan warga Jawa Barat dengan meraih 12,3 persen suara. Lalu disusul AHY 7,3 persen, Anies 6,7 persen, Ahmad Heryawan 4,7 persen, dan Chairul Tanjung 1,6 persen.

    Di Jawa Timur, 8,9 persen suara memilih Gatot sebagai cawapres Jokowi. Di bawahnya ada nama AHY 7,7 persen, Muhaimin 6,6 persen, Mahfud MD. 5,2 persen, serta Anies 4,5 persen.

    Selanjutnya sebagai pendamping Jokowi, Gatot didukung 7,5 persen responden, lalu AHY 5,4 persen, Anies 4,7 persen, Mahfud 4,1 persen, dan Muhaimin 2,3 persen.

    Jawa Tengah merupakan basis suara Jokowi. Lagi-lagi Gatot unggul dengan pemilih 7,2 persen. Kemudian Mahfud 6,3 persen, Anies 5,2 persen, Muhaimin 4,8 persen, dan AHY 4,3 persen.

    Yang memilih Gatot sebagai pasangan Prabowo sebanyak 3,5 persen, Anies 2,6 persen, AHY 1,9 persen, Mahfud 1 persen, dan Muhaimin 0,6 persen.

    Survei yang diadakan pada 23-29 Mei 2018 ini mewawancarai warga di masing-masing daerah secara acak yakni Banten 800 responden dengan margin of error 3,46 persen; Jawa Barat 1.200 responden; Jawa Tengah 1.200; serta Jawa Timur 1.200 orang. Jabar, Jateng, dan Jatim masing-masing memiliki margin of error 2,83 persen. Tingkat kepercayaan survei ini adalah 95 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.