PBB Membuka Diri untuk Opsi Selain Koalisi Keumatan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra bersama Sekretaris Jenderal PBB Afriansyah Ferry Noer berfoto dengan nomor urut partai politik peserta Pemilu 2019 di Gedung KPU, Jakarta, 6 Maret 2018. KPU resmi menetapkan Partai Bulan Bintang dengan nomor urut 19 untuk Pemilu 2019. PBB disahkan sebagai peserta pemilu 2018 setelah menang dalam sidang ajudikasi penyelesaian sengketa pemilu. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra bersama Sekretaris Jenderal PBB Afriansyah Ferry Noer berfoto dengan nomor urut partai politik peserta Pemilu 2019 di Gedung KPU, Jakarta, 6 Maret 2018. KPU resmi menetapkan Partai Bulan Bintang dengan nomor urut 19 untuk Pemilu 2019. PBB disahkan sebagai peserta pemilu 2018 setelah menang dalam sidang ajudikasi penyelesaian sengketa pemilu. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Bidang Pemenangan Partai Bulan Bintang (PBB) Sukmo Harsono menyatakan partainya masih membuka diri untuk opsi-opsi koalisi lain, selain koalisi keumatan.

    "Selama untuk kepentingan umat, PBB siap berkoalisi dengan yang lain. Bahkan, menjadi oposisi jika hanya ada calon tunggal," kata Sukmo saat dihubungi Tempo pada Selasa malam, 5 Juni 2018.

    Baca: Gerindra Sebut Koalisi Keumatan Masih Terbuka Buat Dua Partai Ini

    PBB menjadi salah satu partai yang diusulkan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab untuk bergabung membentuk koalisi keumatan bersama Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN). Ihwal hal tersebut, ujar Sukmo, PBB menyambut baik ajakan itu. Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra juga mengatakan siap maju jika dia dicalonkan sebagai calon presiden ataupun calon wakil presiden dari koalisi keumatan.

    Baca: Didorong Ikut Koalisi Keumatan Yusril Ihza Akan Bertemu Prabowo

    Namun, kata Sukmo, sampai saat ini politik masih cair dan PBB masih terbuka untuk bergabung dengan koalisi manapun dalam pilpres 2019. Ihwal koalisi keumatan, menurut dia, PBB akan melakukan pertemuan terlebih dahulu usai Lebaran 2018. "Mungkin akan diagendakan pertemuan formal usai Lebaran," ujarnya.

    Yusril sebagai Ketua Umum PBB mengatakan, dia akan menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk membahas soal koalisi keumatan. "Dengan Pak Prabowo mudah-mudahan dalam waktu dekat, " kata Yusril kepada awak media di kawasan Kasablanka, Jakarta pada Senin, 4 Juni 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.