Gerindra Sebut Koalisi Keumatan Masih Terbuka Buat Dua Partai Ini

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon berbicara di Acara Reuni Alumni 212, di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu 2 Desember 2017. TEMPO/Alfan Hilmi

    Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon berbicara di Acara Reuni Alumni 212, di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu 2 Desember 2017. TEMPO/Alfan Hilmi

    TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan, Koalisi Keumatan yang diusulkan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab masih membuka peluang untuk partai lain ikut bergabung. Termasuk untuk Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

    "Sangat mungkin dengan Demokrat dan PKB. Yang penting bisa samakan visi dulu," ujar Fadli Zon saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa, 5 Juni 2018 tentang potensi Koalisi Keumatan.

    Baca : Didorong Ikut Koalisi Keumatan, Yusril Ihza Akan Bertemu Prabowo

    Adapun Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarifuddin Hasan mengatakan, partainya belum mengkaji kemungkinan untuk bergabung dengan Koalisi Keumatan. "Belum (dibahas)," ujar Syarifuddin lewat pesan singkat, Selasa, 5 Juni 2018.

    Koalisi Keumatan yang disarankan Rizieq Shihab terdiri dari Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), serta Partai Bulan Bintang (PBB). Usulan tersebut diungkapkan Rizieq saat Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mengunjunginya seusai ibadah umrah di Mekkah, 2 Juni 2018.

    Menurut Fadli Zon, keberadaan Koalisi Keumatan tersebut hanyalah persoalan penamaan. Penamaan itu pun, kata dia, tidak mengganggu rencana koalisi Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

    Simak juga : Kata Yusril Ihza Soal Koalisi Keumatan Usulan Rizieq Shihab

    "Sejauh ini kan Gerindra, PAN, dan PKS sudah banyak membangun koalisi di Pilkada. Jadi kalau mau diberi nama koalisi keumatan, sah-sah saja karena koalisi ini memang untuk umat rakyat," ujar Fadli Zon.

    Fadli menjelaskan, sampai saat ini, Partai Gerindra masih melakukan komunikasi dengan berbagai partai menjelang Pilpres 2019.

    Jika nanti Koalisi Keumatan terbentuk, ujar Fadli, dia meyakini calon presiden yang diusung koalisi ini adalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. "Kalau melihat survei, dua top teratas kan masih petahana dan Pak Prabowo, jadi wajar kalau kuat mengarah ke Pak Prabowo," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.