Demokrat: Cium Tangan Gatot Nurmantyo ke SBY Bukan Simbol Merapat

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Relawan Selendang Putih Nusantara resmi mendeklarasikan Gatot Nurmantyo menjadi Calon Presiden. Deklarasi dilakukan dengan seremoni pengalungan selendang putih di Menara Kompas, Jakarta.   23 April 2018. Dok. Relawan Selendang Putih Nusantara

    Relawan Selendang Putih Nusantara resmi mendeklarasikan Gatot Nurmantyo menjadi Calon Presiden. Deklarasi dilakukan dengan seremoni pengalungan selendang putih di Menara Kompas, Jakarta. 23 April 2018. Dok. Relawan Selendang Putih Nusantara

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrat membantah jika mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo merapat ke partai tersebut. Rumor merapatnya Gatot Nurmantyo muncul setelah beredar foto mantan KSAD itu mencium tangan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

    "Enggak, itu hanya menampilkan hubungan emosional antara junior dengan seniornya," kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarifuddin Hasan saat dihubungi Tempo pada Selasa, 5 Juni 2018.

    Baca juga: PAN dan Demokrat Hitung Peluang Gatot Nurmantyo di Pilpres 2019

    Koordinator relawan Selendang Putih Nusantara Rama Yumatha mengatakan hal yang sama, momen tersebut, ujarnya, hanya hal biasa yang terjadi antara senior dan junior dalam acara buka puasa bersama di kediaman Chairil Tanjung. "Waktu zaman Pak SBY menjadi presiden, Pak Gatot kan dijadikan Kepala Staf Angkatan Darat. Jadi wajar saja kalau ketemu cium tangan," ujar Rama saat dihubungi terpisah.

    Kendati demikian, Syarifuddin Hasan tak menampik jika partainya sudah mulai membahas peluang Gatot Nurmantyo dalam pemilihan presiden. “Secara internal pembahasannya ada di pengurus-pengurus partai,” ujarnya kepada Tempo, Senin, 4 Juni 2018.

    Baca juga: Gatot Nurmantyo Bicara Soal Pilpres Saat Buka Bersama Ketum PAN

    Syarif menuturkan Gatot Nurmantyo dan sejumlah nama lain masuk radar pembahasan di internal partai. Menurut dia, pembicaraan terhadap peluang Gatot masih berlangsung di antara kader, tapi belum sampai pada pembahasan formal di tingkat majelis tinggi Partai Demokrat. Meski begitu, Syarif menyebutkan Gatot menyatakan keinginannya maju dalam pemilihan presiden.

    Baca juga: Survei Indo Barometer: Gatot Nurmantyo Calon Wapres Terkuat

    Adapun Gatot Nurmantyo mengaku bakal terus menjalin komunikasi dengan partai-partai. Gatot meyakini masih ada peluang maju dalam pilpres 2019. “Situasi bisa berubah karena politik, yang tidak mungkin bisa jadi mungkin,” ujarnya.

    Gatot Nurmantyo terus bermanuver meraih simpati publik. Manuver yang dilakukan Gatot tampak dari sejumlah kunjungan ke pondok pesantren. Tak hanya itu, pada momen Ramadan tahun ini, Gatot juga menemui para petinggi partai politik. Pada 8 Maret 2018, misalnya, Gatot menemui Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di ruang kerjanya di gedung DPR. Yang teranyar, Gatot mencium tangan Susilo Bambang Yudhoyono dalam acara buka bersama di kediaman pengusaha Chairul Tanjung, Sabtu pekan lalu.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.