Begini Aturan PPDB Jabar 2018

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Disdik Jabar Gelar Uji Publik PPDB Tahap Pertama

    Disdik Jabar Gelar Uji Publik PPDB Tahap Pertama

    TEMPO.CO, Bandung - Penerimaan Peserta Didik Baru Provinsi Jawa Barat atau PPDB Jabar tahun 2018 sudah dibuka terhitung mulai 4-8 Juni, dengan kapasitas daya tampung mencapai 250.000 siswa dari prediksi sekitar 800.000 orang yang mendaftar.

    "Lebih dari 800.000 lulusan SMP pada 2018, namun kapasitas SMA dan SMK Negeri di Jabar baru sekitar 250.000 siswa," ujar Ketua Panitia PPDB Jabar, Firman Adam, di Bandung Senin, 4 Juni 2018.

    Baca juga: Sistem Zonasi PPDB, Jarak Rumah Jadi Penentu Masuk SMA Negeri

    Firman mengatakan, pendaftaran dibuka untuk empat jalur antara lain keluarga ekonomi tidak mampu (KETM), penghargaan masalah guru (PMG) dan anak berkebutuhan khusus (ABK), warga penduduk sekitar (WPS), dan prestasi.

    Menurutnya, untuk 2018 PPDB Jabar dibuka dua putaran yaitu jalur non-NHUN yang terdiri dari jalur KETM, PMG dan ABK, WPS, dan prestasi pada 4 Juni 2018 dan jalur Nilai Hasil Ujian Nasional (NHUN) pada 2 Juli 2018.

    Baca juga: Kecewa PPDB, 15 Orang Merusak Kantor Balai Pelayanan Pendidikan

    "Pendaftaran dilakukan semidaring, yakni calon peserta didik datang langsung ke sekolah tujuan dengan membawa berkas sesuai jalur yang dipilih," kata dia.

    Nantinya, petugas akan memverifikasi dan memasukkan data calon peserta didik ke dalam sistem. Data pendaftar tersebut dapat dilihat di laman resmi PPDB keesokan harinya.

    Firman mengatakan pendaftaran PPDB Jabar dapat dilakukan di sekolah pilihan 1 atau 2 atau kantor cabang dinas. Pendaftaran di cabang dinas ini, untuk sekolah pilihan di luar kota atau kabupaten dan tidak menuntut uji kompetensi.

    Baca juga: Dinas Pendidikan Jawa Barat akan Menghapus PPDB Jalur MoU

    "Berbagai akses telah kami sediakan di PPDB tahun ini. Semoga dapat berjalan lancar," kata dia.

    Menurut Firman, PPDB Jabar 2018 masih memberlakukan zonasi yakni 90 persen dalam provinsi Jabar dan 10 persen luar provinsi.

    Untuk dalam provinsi dibagi ke dalam beberapa kategori yakni KETM sebanyak 20 persen, WPS 10 persen PMK dan ABG lima persen, prestasi dan akat istimewa 15 persen, dan NHUN 40 persen. Sedangkan untuk zonasi luar wilayah sebesar 10 persen yang terbagi dalam prestasi lima persen dan NHUN lima persen.

    Baca juga: Pengaduan PPDB Terbanyak dari Jawa Barat, Deddy Mizwar: Wajarlah

    Jika kuota untuk KETM dan PMG tidak terpenuhi, maka kuota dapat dialihkan ke jalur WPS. Demikian juga jika kuota prestasi di zonasi luar wilayah tidak terpenuhi, dialihkan ke jalur prestasi dalam wilayah.

    Calon peserta didik yang tidak lolos di jalur KETM, akan disalurkan ke sekolah negeri lain yang kuotanya belum terpenuhi. Bahkan pendaftar jalur KETM bersama dengan pendaftar di jalur WPS, PMG, dan Prestasi yang tidak lolos, dapat kembali mendaftar di jalur NHUN.

    "Harapannya, tidak perlu lagi ada anak usia sekolah yang tidak melanjutkan pendidikan," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.