Senin, 17 Desember 2018

Jokowi Mulai Pembangunan Kampus Islam Internasional di Depok

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin melakukan groundbreaking pembangunan kampus Universitas Islam International Indonesia di Cimanggis, Depok, 5 Juni 2018. Tempo / Friski Riana

    Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin melakukan groundbreaking pembangunan kampus Universitas Islam International Indonesia di Cimanggis, Depok, 5 Juni 2018. Tempo / Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meletakkan batu pertama atau groundbreaking pembangunan Universitas Islam International Indonesia (UIII) di Lapangan RRI, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, pada Selasa, 5 Juni 2018. "Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini, saya letakkan batu pertama pembangunan Universitas Islam International Indonesia," ucap Jokowi dalam sambutannya.

    Jokowi berujar, UIII akan menjadi pusat kajian dan penelitian peradaban Islam di Indonesia. Pasalnya, kata Jokowi, Indonesia saat ini dikenal sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Jadi, menurut dia, sudah sewajarnya jika Indonesia menjadi rujukan bagi kemajuan peradaban Islam dunia.

    Baca: Menteri PUPR: Desain UIII Akan Futuristik, Bukan Seperti Museum

    Kampus UIII akan menjadi perguruan tinggi untuk program magister dan doktor. Rencananya, kampus akan memiliki tujuh fakultas, di antaranya fakultas kajian Islam, ilmu sosial, humaniora, ekonomi Islam, sains dan teknologi, pendidikan, serta arsitektur dan seni. Kampus dibangun di atas lahan seluas 142,5 hektare di kompleks RRI, Cimanggis.

    Menurut Jokowi, total biaya yang akan dihabiskan untuk membangun UIII diperkirakan sebesar Rp 3,5 triliun. Namun, pada 2018, telah dianggarkan Rp 700 miliar untuk memulai pembangunan. "Diperkirakan selesai total, Insya Allah, lebih-kurang empat tahun. Tapi, tahun depan, insya Allah bisa kita gunakan kampus ini untuk satu, dua, tiga mata kuliah yang sudah disiapkan," ujarnya.

    Ide pendirian universitas tersebut sudah dicanangkan sejak 2016 melalui Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2016. Proyek ini juga termasuk proyek strategis nasional. Pemerintah ingin ada universitas Islam bertaraf dunia di Indonesia yang tidak hanya mendalami studi-studi keislaman, tapi juga memperkenalkan kepada dunia bahwa peradaban Islam di Indonesia juga bisa memberikan kontribusi positif dalam peradaban dunia.

    Baca: Rumah Cimanggis Belum Jadi Cagar Budaya, Pemkot Depok Dikritik

    Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan akan memulai pembangunan kampus Islam bertaraf internasional itu pada 2018. Selain menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, pembangunan kampus berasal dari berbagai sumbangan dari dunia internasional.

    Rencana itu sempat menimbulkan polemik awal tahun ini. Sebabnya, sebuah rumah tua peninggalan VOC di kompleks RRI, Cimanggis, Depok, atau lebih dikenal sebagai Rumah Cimanggis akan dirobohkan untuk pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia. Banyak sejarawan yang meminta pemerintah tetap mempertahankan bangunan tua yang dibangun pada 1775 tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".