Foto Mirip Soeharto Viral, Tutut Klaim Masyarakat Rindu Ayahnya

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto pria di KRL yang viral di media sosial karena kemiripannya dengan Presiden Soeharto. Istimewa

    Foto pria di KRL yang viral di media sosial karena kemiripannya dengan Presiden Soeharto. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta-Putri sulung mantan Presiden Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau  Tutut Soeharto menduga viralnya foto mirip bapaknya di media sosial punya alasan. Menurut Tutut foto itu bisa cepat viral karena masyarakat rindu pada sosok almarhum Soeharto.

    "Ini suatu kerinduan dari anak-anak bangsa kepada bapak bangsa," kata wanita yang akrab disapa Mbak Tutut itu di bekas kediaman Soeharto, Jalan Cendana, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 4 Juni 2018.

    Baca: Survei: Soeharto Dinilai sebagai Presiden Paling Berhasil

    Foto seorang pria paruh baya mirip Soeharto di kereta api viral beberapa hari di media sosial. Pria  itu mengenakan topi dan jaket hitam saat difoto. Dia sedang memejamkan mata dan bersandar di bangku kereta listrik sambil memangku tasnya.

    Selain itu, beredar foto pria itu sedang tersenyum mengenakan baju kuning, mirip sekali dengan Soeharto. Tutut mengatakan dia sudah melihat foto itu. Dia bilang pria itu memang mirip bapaknya. "Saya lihat, loh, kok mirip banget dengan Bapak," kata dia.

    Menurut dia viralnya foto itu juga menandakan masih banyak masyarakat yang sayang pada sosok ayahnya. Dia bilang sebagai anak Soeharto, dirinya akan meneruskan pikiran-pikiran ayahnya yang baik untuk bangsa.

    Simak: Soeharto Dinilai Paling Berhasil, LBH Jakarta: Tamparan bagi Elit

    Misalnya soal persatuan. Tutut tak ingin bangsa terpecah belah. "Supaya bangsa jangan terpecah-pecah, pedot (putus) sana pedot sini, semua harus bersatu," kata dia.

    Soeharto 
    menjabat presiden  mulai 1967 sampai 1998. Dia meninggal Januari 2008. Jenazahnya dimakamkan di Astana Giri Bangun, Solo. Ia dijuluki Bapak Pembangunan, tapi juga disebut-sebut sebagai pelanggar hak asasi manusia semasa memerintah selama 32 tahun. Ia juga pernah diadili dalam perkara korupsi melalui Yayasan Supersemar yang didirikannya.

    ROSSENO AJI | DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.