Fadli Zon Tak Yakin Gedung DPR Jadi Incaran Aksi Teror

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Badan Komunikasi Gerindra Fadli Zon (kiri) dan Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra Hashim Djojohadikusumo memberikan keterangan kepada media disela acara Temu Koordinasi pengurus Badan Komunikasi Gerindra di DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta, 20 Maret 2018. Tempo/Imam Hamdi

    Ketua Badan Komunikasi Gerindra Fadli Zon (kiri) dan Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra Hashim Djojohadikusumo memberikan keterangan kepada media disela acara Temu Koordinasi pengurus Badan Komunikasi Gerindra di DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta, 20 Maret 2018. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon tak yakin dua terduga teroris yang ditangkap Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror di kampus Universitas Riau mengincar gedung MPR/DPR. "Saya belum dapat konfirmasi tentang hal itu, baru selentingan-selentingan. Kayak begitu-begitu, saya tidak yakin gitu lho," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 4 Juni 2018.

    Rencana pengeboman gedung DPR terkuak seusai penangkapan tiga alumnus Universitas Riau oleh Densus 88 Antiteror pada Jumat, 1 Juni 2018. Mereka adalah Muhammad Nur Zamzam, Rio Bima Wijaya, dan Orandi Saputra. Ketiganya ditangkap di gedung Gelanggang Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Riau.

    Baca: Satu dari Tiga Terduga Teroris UNRI Masih Terkait Jaringan JAD

    Ketiganya disebut-sebut berencana meledakkan bom di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau dan DPR. Zamzam telah ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan dua orang lain masih menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

    Fadli tak yakin gedung DPR menjadi incaran serangan bom oleh tiga orang terduga teroris itu. Ia malah mempertanyakan tujuan para terduga teroris itu mengebom gedung DPR. "Apa Tujuannya? Gedung DPR ini gedung rakyat, kok, mereka ini siapa? Gedung DPRD juga begitu, apa kepentingannya?"

    Fadli juga tidak percaya kelompok terorisme telah masuk ke dalam kampus. Menurut politikus Partai Gerakan Indonesia Raya ini, mahasiswa Indonesia cerdas-cerdas, sehingga tidak mungkin terlibat dalam radikalisme dan terorisme. Fadli berkukuh meski telah membaca hasil riset terpaparnya kampus-kampus di Indonesia oleh radikalisme.

    Baca:Jawab Kritik Fahri Hamzah, Polda Riau: Kami Punya Data Akurat

    Riset soal paparan radikalisme dibuat oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). BNPT menyebutkan ada tujuh kampus negeri yang disusupi paham radikal, yaitu Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB).

    Fadli Zon pun mempertanyakan hasil riset oleh BNPT itu. "Saya sangat yakin bahwa tidak adalah hal-hal seperti itu," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.