Bambang Soesatyo Minta KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Kasus E-KTP

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Bambang Soesatyo berbicara kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 4 Juni 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Ketua DPR Bambang Soesatyo berbicara kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 4 Juni 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo meminta Komisi Pemberantasan Korupsi berkoordinasi dengan Kesekretariatan Jenderal DPR untuk menjadwalkan ulang pemeriksaannya. Bamsoet, sapaan Bambang, menyampaikan hal itu setelah berujar dirinya tak bisa menghadiri pemanggilan KPK hari ini.

    "Saya minta nanti Kesekjenan berkoordinasi dengan kawan-kawan KPK agar nanti KPK bisa dan saya tidak terikat jadwal," kata Bamsoet di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 4 Juni 2018.

    Baca: KPK Jadwalkan Pemeriksaan Bambang Soesatyo Terkait E-KTP Hari Ini

    Bambang semula dijadwalkan menjalani pemeriksaan KPK terkait kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) hari ini. Dia akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka Irvanto Hendra Pambudi, keponakan Setya Novanto, dan pengusaha Made Oka Masagung.

    Selain Bambang, sejumlah anggota DPR juga dijadwalkan menjalani pemeriksaan KPK hari ini, yakni anggota Komisi Hukum Agun Gunandjar Sudarsa, Ketua Komisi Keuangan Melchias Markus Mekeng, anggota DPR periode 2009-2014 Mirwan Amir dan Khatibul Umam Wiranu.

    Ia mengatakan tak dapat menghadiri pemeriksaan komisi antirasuah karena agendanya sebagia ketua Dewan penuh sepanjang hari ini. Di antaranya, kata dia, harus memberikan sambutan pada acara Forum HMI-wati (Forhati) di Cakung siang ini dan menghadiri acara buka puasa sore hari nanti. Politikus Partai Golkar ini berujar, agendanya tak bisa diwakilkan.

    Baca: Bambang Soesatyo Mangkir dari Panggilan KPK dalam Kasus E-KTP

    Dia juga beralasan baru menerima surat pemberitahuan perihal surat panggilan KPK pada Kamis malam pekan lalu. "Jumat dan Sabtu libur. Saya tanya apakah acara hari ini bisa diundur, tapi enggak bisa. Sudah dijadwalkan," ujarnya.

    Ia mengaku sebenarnya sudah menunggu-nunggu panggilan KPK setelah tak bisa menghadiri pemeriksaan sebelumnya pada Desember tahun lalu. Dia berujar ingin memberikan keterangan agar persoalan e-KTP itu cepat selesai.

    Bambang sebelumnya disebut-sebut sebagai pihak yang menekan mantan anggota Komisi Pemerintahan DPR Miryam Haryani agar tak membocorkan perihal bagi-bagi uang e-KTP kepada anggota Dewan. Miryam belakangan mencabut keterangan awal tersebut yang sebelumnya dia ceritakan kepada penyidik KPK.

    Terkait hari ini dia tidak bisa memenuhi panggilan KPK, Bambang meminta KPK memaklumi kesibukannya. Ia mengatakan hanya punya waktu hingga Kamis pekan ini untuk membereskan pekerjaan sebelum memasuki libur Lebaran.

    Mengenai penjadwalan selanjutnya, Bambang Soesatyo menyampaikan dirinya tak keberatan diperiksa malam hari asalkan tidak berbenturan dengan jadwal pimpinan DPR. "Harus diinformasikan supaya tidak ada benturan. Kalau malam bisa enggak apa-apa," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.