PPNI Mengecam Aksi Penembakan Relawan Medis di Gaza

Reporter

Razan Najjar saat menolong para pengunjuk rasa Palestina yang terkena semburan gas air mata saat kerusuhan di Jalur Gaza, 1 April 2018. Razan merupakan warga Khuzaa, sebuah desa pertanian di perbatasan Israel, sebelah timur Khan Younis, kawasan selatan Jalur Gaza. Xinhua photo

TEMPO.CO, Jakarta - Persatuan Perawat Nasional Indonesia mengecam keras aksi penembakan terhadap Razan Al-Najjar, perawat sekaligus sukarelawan kesehatan asal Palestina di Gaza, oleh tentara Israel. "Mengutuk pihak yang disengaja atau lalai atas kematian perawat dan tim kesehatan dalam misi kemanusiaan," kata Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Dewan Pengurus Pusat PPNI Masfuri dalam siaran tertulisnya, Senin, 4 Juni 2018.

Masfuri mengatakan perawat merupakan profesi yang dididik untuk mendahulukan kepentingan kesehatan dan kemanusiaan, juga mampu menekan ketakutan manusia dan teror alami dalam menjalankan misi praktisnya. Perawat, kata dia, bukan target untuk dilumpuhkan dalam konflik. "Petugas kesehatan dan fasilitas kesehatan adalah fasilitas kemanusiaan, bukan target untuk dilumpuhkan dan dihancurkan oleh siapa pun dalam konflik dan perang apa pun," ujarnya.

Baca: Relawan Medis Gaza Ditembak Sniper Israel saat Evakuasi Korban

PPNI, kata Masfuri, menyerukan kepada International Nurses Council dan asosiasi profesional keperawatan di dunia untuk mengambil tindakan nyata, untuk melindungi perawat dari bahaya dalam menjalankan misi di negara mereka masing-masing. Selain itu, PPNI juga mendesak PBB dan Dewan Keamanan untuk melakukan tindakan konkret yang efektif, untuk menghentikan kebrutalan kepada petugas dan misi kesehatan sebagai hak asasi manusia.

Masfuri menuturkan, PPNI juga meminta pemerintah Indonesia untuk membuat pernyataan resmi yang mengutuk kebrutalan tentara Israel untuk perawat personel, tim kesehatan dan masyarakat sipil pada umumnya. Masfuri juga mengajak para perawat untuk menumbuhkan dukungan dan kebersamaan bagi perawat yang sedang berjuang dalam konflik dan situasi sulit di negara lainnya.

Razan Al-Najjar tewas ditembak oleh tentara Israel pada Jumat, 1 Juni 2018. Saat itu, Razan sedang bekerja secara sukarela sebagai tim medis di tengah protes Palestina terhadap Israel di jalur Gaza.

Simak pula: Razan Al-Najjar, Perawat Palestina yang Tewas Ditembak Israel

Militer Israel mengatakan pada Sabtu 2 Juni, pihaknya akan menyelidiki kematian Razan, tetapi IDF meyakini pasukannya bekerja sesuai dengan prosedur operasi standar. "IDF konsisten mengikuti prosedur operasional dan mengurangi jumlah korban di wilayah pagar keamanan di Jalur Gaza," kata militer dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Washington Post, "Sayangnya, organisasi teror Hamas dengan sengaja dan metodis menempatkan warga sipil dalam bahaya."






Pasukan Israel Bunuh 4 Pria Bersenjata Palestina

1 hari lalu

Pasukan Israel Bunuh 4 Pria Bersenjata Palestina

Pasukan Israel membunuh empat pria bersenjata Palestina di sebuah kota yang menjadi titik fokus kampanye penggerebekan di Tepi Barat.


PBNU Sebut Perlu Komunikasi dengan Israel untuk Membantu Palestina

3 hari lalu

PBNU Sebut Perlu Komunikasi dengan Israel untuk Membantu Palestina

Ketua umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyebut pembicaraan dengan Israel perlu dilakukan untuk mempertanyakan nasib Palestina.


Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

3 hari lalu

Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

Beton yang semakin kuat memaksa bom-bom bunker buster semakin dahsyat. Saat ini beton yang menang?


Zelensky Kesal Israel Enggan Berikan Senjata untuk Lawan Rusia

4 hari lalu

Zelensky Kesal Israel Enggan Berikan Senjata untuk Lawan Rusia

Presiden Volodymyr Zelensky kesal karena Israel enggan memberikan sistem anti-rudal untuk membantu Ukraina melawan serangan Rusia


Isu Pertemuan Rahasia dengan Israel, Pengamat Anggap Langkah Kemenlu Sudah Tepat

4 hari lalu

Isu Pertemuan Rahasia dengan Israel, Pengamat Anggap Langkah Kemenlu Sudah Tepat

Indonesia dilaporkan mengirim delegasi ke Israel untuk menggelar pertemuan rahasia. Kemenlu RI membantah.


PM Israel Sebut Solusi 2 Negara, Presiden Palestina: Positif tapi Perlu Bukti

5 hari lalu

PM Israel Sebut Solusi 2 Negara, Presiden Palestina: Positif tapi Perlu Bukti

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan seruan Perdana Menteri Israel Yair Lapid tentang solusi dua negara adalah "perkembangan positif"


Inggris Disebut-sebut Akan Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem, Palestina Shock

6 hari lalu

Inggris Disebut-sebut Akan Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem, Palestina Shock

Palestina terkejut ketika PM Israel mengatakan Inggris akan memindahkan kedutaannya ke Yerusalem.


Kementerian Luar Negeri : Tak Ada Normalisasi Hubungan Diplomatik Indonesia-Israel

7 hari lalu

Kementerian Luar Negeri : Tak Ada Normalisasi Hubungan Diplomatik Indonesia-Israel

Sebelumnya, Indonesia dilaporkan media Israel mengirim delegasi ke Negeri Bintang Daud untuk menggelar pertemuan rahasia.


Pembagian Tiket dan Daftar Timnas yang Lolos Piala Dunia U-20 2023

9 hari lalu

Pembagian Tiket dan Daftar Timnas yang Lolos Piala Dunia U-20 2023

Dari 24 timnas yang direncanakan bertanding dalam Piala Dunia U-20 2023, baru terdapat 8 timnas yang dipastikan lolos, yaitu Indonesia salah satunya.


Pasukan Palestina Bentrok dengan Sekelompok Pria Bersenjata, 1 Tewas

9 hari lalu

Pasukan Palestina Bentrok dengan Sekelompok Pria Bersenjata, 1 Tewas

Polisi Palestina bentrok dengan kelompok bersenjata di Tepi Barat, yang menyebabkan seorang warga sipil tewas.