Saran Cak Imin untuk Hilangkan Virus Radikalisme di Lingkungan Kampus

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cak Imin menyarankan agar para rektor menggunakan metode tarekat selama enam bulan berturut-turut, untuk menyembuhkan para dosen atau mahasiswa yang terkena virus radikal.

    Cak Imin menyarankan agar para rektor menggunakan metode tarekat selama enam bulan berturut-turut, untuk menyembuhkan para dosen atau mahasiswa yang terkena virus radikal.

    INFO NASIONAL - Menyikapi rilis Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) soal radikalisme di lingkungan kampus, Wakil Ketua MPR RI Muhaimin Iskandar mengimbau para rektor mengambil alih masjid dan mushola.

    Hanya dengan cara itu, kata Muhaimin alias Cak Imin, perguruan tinggi dapat menghilangkan virus-virus radikalisme yang menyusup di tubuh mahasiswa dan dosen.

    "Sekarang pembinaan saja, terutama di kampus-kampus itu musholanya harus dilakukan dialog oleh rektor," kata Cak Imin di Kuningan, Jawa Barat, Kamis, 31 Mei 2018.

    Sebagai upaya pembinaan, Cak Imin menyarankan agar para rektor menggunakan metode tarekat selama enam bulan berturut-turut, untuk menyembuhkan para dosen atau mahasiswa yang terkena virus radikal.

    Cara itu dinilai cukup ampuh, karena sudah puluhan tahun dipraktikkan oleh Nahdlatul Ulama (NU) dalam menata batin yang sedang `sakit`. "Tarekat itu salah satu otonom NU yang bergerak di bidang zikir, wirid, olah jiwa batin. Hanya itu, saya minta semua mushola itu diserahkan kepada tarekat," ucapnya.

    Sebelumnya BNPT merilis sejumlah perguruan tinggi negeri yang dicurigai sebagai tempat persemaian bibit radikalisme. Di antaranya Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Diponegoro (Undip).

    "PTN dan PTS yang banyak kena itu di fakultas eksakta dan kedokteran," tutur Direktur Penanggulangan BNPT Brigjen Pol Hamli. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.