Mendagri Tjahjo Kumolo Pimpin Apel Hari Lahir Pancasila di Ende

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mendagri Tjahjo Kumolo menggunting KTP-el yang rusak saat meninjau gudang penyimpanan aset Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di jalan raya Parung, Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 30 Mei 2018. Mendagri berkomitmen bahwa KTP-el yang rusak atau invalid tidak akan disalahgunakan untuk kepentingan pemilihan umum dan gudang penyimpanan Kemendagri tidak hanya terdapat KTP-el yang rusak namun juga tersimpan barang-barang inventaris pemerintah lainnya. ANTARA

    Mendagri Tjahjo Kumolo menggunting KTP-el yang rusak saat meninjau gudang penyimpanan aset Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di jalan raya Parung, Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 30 Mei 2018. Mendagri berkomitmen bahwa KTP-el yang rusak atau invalid tidak akan disalahgunakan untuk kepentingan pemilihan umum dan gudang penyimpanan Kemendagri tidak hanya terdapat KTP-el yang rusak namun juga tersimpan barang-barang inventaris pemerintah lainnya. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menjadi Inspektur Upacara dalam apel bendera memperingati Hari Lahir Pancasila di Lapangan Pancasila, Kota Ende, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jumat, 1 Juni 2018.

    Menteri Tjahjo tiba di lokasi pukul 07.30 Wita, didampingi Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya, Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur Anwar Pia Geno, serta anggota DPR RI, Andreas Hugo Parera. Tjahjo mengenakan pakaian adat masyarakat Ende.

    Baca: Peringati Hari Lahir Pancasila, Jokowi: Ini Harus Jadi Momentum

    Sejumlah pejabat Kementerian Dalam Negeri, unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) provinsi dan kabupaten setempat, serta ribuan orang dari berbagai elemen, menghadiri apel tersebut.

    Dalam kesempatan itu, Tjahjo mengatakan apel peringatan Hari Lahir Pancasila di Ende memiliki makna penting untuk melihat kembali sejarah lahirnya Pancasila yang diprakarsai tokoh nasional, Sukarno. Ia menyinggung bahwa Sukarno pernah diasingkan di Ende pada 1934-1938.

    "Api dan semangat yang ada di Tanah Ende ini, Bung Karno bisa melihat detak dan denyut napas seluruh Nusantara sehingga melahirkan Pancasila," katanya.

    Baca: Keputusan Kenapa Hari Lahir Pancasila Diperingati Setiap 1 Juni

    Ia mengajak generasi muda yang hadir berani berimajinasi dan mempunyai impian besar seperti yang disebutkan Sukarno terhadap para generasi muda bangsa Indonesia. "Dari imajinasi dan impian itu, generasi muda harus punya konsepsi, gagasan-gagasan, dan ide untuk membangun bangsa dan negara berdasarkan Pancasila," katanya.

    Setelah memimpin apel, Mendagri menyerahkan kartu tanda penduduk elektronik secara simbolis kepada warga Ende yang lahir pada 1 Juni, bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. Dalam kesempatan itu, ia juga menyerahkan beasiswa kepada para pelajar berprestasi.

    Selain itu, Tjahjo mengunjungi pohon sukun yang merupakan tempat perenungan Sukarno untuk merumuskan butir-butir Pancasila serta mengunjungi rumah pengasingan Sukarno di Kecamatan Kota Raja. Di rumah pengasingan Bung Karno, Mendagri juga meresmikan Patung Bung Karno yang dibangun tepat di halaman rumah tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.