Secercah Harapan bagi Dusun Tanpa Masa Depan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Trisno, salah seorang penerima apresiasi SATU Indonesia Award 2015. (Foto: Dok, Astra)

    Trisno, salah seorang penerima apresiasi SATU Indonesia Award 2015. (Foto: Dok, Astra)

    Dusun Tanon adalah sebuah wilayah di kaki gunung Telomoyo. Daerah ini dikaruniai alam yang asri, jauh dari kebisingan kota, dan sangat mudah dijangkau karena masih berada dekat dengan wilayah Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Namun, potensi luar biasa yang dimiliki Dusun Tanon tidak selaras dengan kondisi sosial ekonomi masyarakatnya. Bagi wilayah lain di sekitarnya, Dusun Tanon seringkali dinilai terbelakang dan tidak memiliki masa depan.

    Orang lain boleh berpandangan buruk tentang Dusun Tanon, tapi seorang pemuda yang bernama Trisno punya cara yang berbeda melihat kondisi ini. Ia adalah pemuda pertama dari Dusun Tanon yang berhasil menyelesaikan pendidikan hingga tingkat sarjana. Berbekal ilmu Sosiologi, Trisno pun bertekad membangun desanya dan melakukan banyak terobosan demi mengubah citra buruk yang selama ini disandang oleh Dusun Tanon.

    Sebagai dusun memiliki penduduk mayoritas petani dan peternak, wajar bila potensi wisata masih dipandang sebelah mata. Tetapi bagi Trisno, justru bidang pariwisatalah yang dapat menjadi harapan untuk memperbaiki kehidupan penduduk Dusun Tanon. Berangkat dengan dukungan beberapa warga, Trisno pun mulai mewujudkan desa wisata yang menjadi gagasannya. Walau menerima beberapa kendala seperti sikap pesimis sebagian warga, namun Trisno tetap konsisten dan yakin menjalankan rencana positifnya.

    Akhirnya, brand Dusun Tanon sebagai “Desa Menari” pun tercetus. Penduduk Dusun Tanon memang dikenal memiliki jiwa seni dalam menari sejak kehidupan para leluhur mereka. Selain itu, Trisno juga mengangkat berbagai permainan tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun. Lebih dari itu, kehidupan pedesaan seperti bertani, beternak, dan interaksi antar warga menjadi obyek wisata kebudayaan yang ditawarkan oleh Trisno dalam program desa wisata yang ia gagas.

    Kini, Dusun Tanon mulai dikenal luas. Berbagai manfaat telah dirasakan penduduk dusun tersebut. Pendapatan masyarakat meningkat sehingga Dusun Tanon dapat membenahi desanya untuk menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Bahkan, karena seringnya berinteraksi dengan wisatawan, warga pun semakin luas pandangannya, terutama tentang pengetahuan dan pendidikan. Trisno pun berharap, ke depan para pemuda tidak lagi menjadi buruh di tempat lain, tapi bisa bekerja di kampung sendiri.

    Upaya pemberdayaan yang dilakukan oleh Trisno telah menjadikannya sebagai penerima apresiasi Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2015, kisah selengkapnya dapat Anda ikuti di website www.satu-indonesia.com

    BAYU SATITO / TIM INFO TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.