Buka Bersama Ormas Islam, Zulkifli Hasan: Ayo Bersatu Lawan Politik Uang

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengajak ormas-ormas Islam bersatu mengedukasi masyarakat untuk melawan praktek politik uang dalam pilkada dan pemilu.

    Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengajak ormas-ormas Islam bersatu mengedukasi masyarakat untuk melawan praktek politik uang dalam pilkada dan pemilu.

    INFO NASIONAL - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengajak ormas-ormas Islam bersatu mengedukasi masyarakat untuk melawan praktek politik uang dalam pilkada dan pemilu. "Kita lawan bersama-sama money politic. Karena money politic merusak demokrasi dan menyuburkan korupsi," katanya.

    Ajakan itu disampaikan dalam acara buka puasa bersama dengan Persatuan Tarbiyah Islamiyah, Dewan Da'wah Islamiyah, Al Jamiatul Washliyah di Rumah Dinas Jalan Widya Chandra Jakarta, Kamis, 31 Mei 2018. Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Mohamad Siddik, Ketua Umum Al Jamiatul Wasliyah Yusnar Yusuf, dan Ketua Umum Tarbiyah PERTI Basri Bermanda.

    Zulkifli mengatakan sekarang adalah zaman demokrasi. Dalam pemilihan umum berlaku one man, one vote. Karena itu, ia meminta agar dalam pemilu jangan memilih berdasarkan uang, utang budi, atau sembako. "Kita harus memilih pemimpin yang amanah, pemimpin yang melayani dan bisa memajukan negeri ini. Karena kalau memilih selalu pakai uang dan uang, kita tidak mendapat keberkahan," ujarnya.

    "Saya meminta bantuan dari tokoh-tokoh, alim ulama, dan ormas untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat. Janganlah menukar kedaulatannya dengan sembako," ucapnya.

    Zulkifli meyakini, bila pemilihan tanpa politik uang maka akan membawa perubahan. "Inilah yang kita yakini bahwa dalam era demokrasi ini bisa membawa perubahan," katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.