Fredrich Yunadi Bakal Laporkan Hakim Kasusnya ke KY dan MA

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa Obstruction of Justice Fredrich Yunadi, saat menunjukkan surat eksepsinya untuk membantah surat dakwaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dirinya di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, 8 Februari 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    Terdakwa Obstruction of Justice Fredrich Yunadi, saat menunjukkan surat eksepsinya untuk membantah surat dakwaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dirinya di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, 8 Februari 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, JakartaFredrich Yunadi mengatakan akan melaporkan Ketua Majelis Hakim Syaifuddin Zuhri ke Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung. Fredrich Yunadi menilai hakim telah berpihak dalam persidangan atas kasusnya.

    Fredrich Yunadi merupakan terdakwa kasus perintangan penyidikan KPK dalam perkara e-KTP. Dalam sidang pembacaan tuntutan hari ini, Jaksa KPK menuntut Fredrich Yunadi 12 tahun penjara. Hakim memerintahkan Fredrich untuk menyiapkan pleidoinya selama satu pekan setelah pembacaan tuntutan.

    Baca juga: Fredrich Yunadi Minta Jaksa KPK Baca 573 Lembar Berkas Tuntutan

    Fredrich pun merasa tak sanggup jika hanya diberi waktu sepekan untuk menyusun pleidoinya yang berjumlah 1.000 halaman.

    Fredrich Yunadi berkukuh dengan permintaannya agar diberi waktu dua minggu untuk menyusun pleidoi. Dia beberapa kali memotong pembicaraan hakim. "Tapi yang mulia, dalam mencari keadilan, harus mengesampingkan waktu," katanya, Kamis 31 Mei 2018.

    Bekas pengacara Setya Novanto itu menilai keputusan hakim itu menunjukan keberpihakkan dengan tidak mengakomodir permintaanya. Menurut dia, Syaifuddin Zuhri melanggar pasa 158 KUHP tentang sikap hakim dalam persidangan ."Ini melanggar pasal 158, jelas melanggar," ujarnya.

    Syaifuddin setelah berdiskusi dengan majelis hakim memutuskan untuk sidang pembelaan diri Fredrich akan dilakukan Jumat 8 Juni mendatang. "Kami telah menyepakati untuk sidang pleidoi digelar Jumat depan," katanya.

    Baca juga: Ahli Benarkan Tindakan Dokter Menolak Permintaan Fredrich Yunadi

    Fredrich Yunadi menyebutkan akan menulis keterangan saksi lebih rinci dalam pleidoinya dibanding yang dibuat oleh Jaksa KPK dalam berkas tuntutan. Dia pun, berencana tidak akan membawa apa-apa saat sidang Jumat depan. "Ya sudah, minggu depan kami tetap datang dan tidak akan membawa pembelaan diri," ujarnya.

    Dalam perkara ini jaksa KPK menuntut Fredrich Yunadi 12 tahun kurungan penjara dan denda Rp 600 juta. Jaksa meyakini Fredrich terbukti bersalah bersama melanggar Pasal 21 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi tentang mencegah, merintangi, atau mengagalkan penyidikan secara langsung atau tidak langsung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.