Wiranto Tak Ikut Pertemuan Jokowi dan Peserta Aksi Kamisan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (ketiga kanan) didampingi Menkopolhukam Wiranto dan Kepala BIN Budi Gunawan, menyampaikan keterangan mengenai insiden Mako Brimob di Istana Bogor, 10 Mei 2018. Kelima anggota polisi yang tewas antara lain Inspektur Satu Luar Biasa Anumerta Yudi Raspuji, Ajun Inspektur Dua Luar Biasa Anumerta Deni Seadi, Brigadir Luar Biasa Anumerta Sandi Setyo Nugroho, Brigadir Satu Luar Biasa Anumerta Sukron Fadli, dan Brigadir Satu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamingkas. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden Jokowi (ketiga kanan) didampingi Menkopolhukam Wiranto dan Kepala BIN Budi Gunawan, menyampaikan keterangan mengenai insiden Mako Brimob di Istana Bogor, 10 Mei 2018. Kelima anggota polisi yang tewas antara lain Inspektur Satu Luar Biasa Anumerta Yudi Raspuji, Ajun Inspektur Dua Luar Biasa Anumerta Deni Seadi, Brigadir Luar Biasa Anumerta Sandi Setyo Nugroho, Brigadir Satu Luar Biasa Anumerta Sukron Fadli, dan Brigadir Satu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamingkas. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi akhirnya menemui keluarga korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM) masa lalu di Istana Merdeka hari ini. Namun, dalam pertemuan itu, Jokowi tak didampingi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto.

    Wiranto terlihat keluar dari Istana sebelum pertemuan antara Jokowi dan keluarga korban pelanggaran HAM masa lalu itu terjadi. "Saya ada tugas lain," katanya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 31 Mei 2018.

    Baca juga: Bahas Pelanggaran HAM Berat, Wiranto Undang Komnas HAM 

    Wiranto mengaku tidak mengetahui isu yang akan dibahas Presiden dan para peserta Kamisan tersebut. "Tanya Mensesneg," katanya meminta wartawan bertanya ke Menteri Sekretariat Negara.

    Wiranto merupakan mantan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) saat terjadi tragedi Trisakti. Empat mahasiswa Trisakti gugur saat demonstrasi menuntut Soeharto mundur. Mereka tewas dengan peluru tajam. Hingga saat ini belum ada otak penembakan terhadap mahasiswa Trisakti yang dihukum.

    Setelah tragedi Trisakti, terjadi juga kasus penjarahan dan dugaan pemerkosaan pada 13-14 Mei 1998. Banyak orang hilang yang sampai saat ini tak ketahuan rimbanya.

    Keluarga korban pelanggaran HAM itu kemudian menggelar aksi Kamisan untuk menuntut pemerintah menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu. Setelah aksi Kamisan yang ke-540, Presiden Jokowi akhirnya menemui mereka.

    Baca juga: Wiranto: Saya Akan Selesaikan Pelanggaran HAM 

    Adapun Wiranto sebelumnya berada di Istana untuk menghadiri pelantikan Yahya Cholil Staquf sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Namun, seusai acara, dia langsung berangkat meninggalkan Istana.

    Dalam pertemuan dengan keluarga korban pelanggaran HAM, Presiden Jokowi tampak hanya didampingi beberapa orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.