Radikalisme Marak, Gus Nuril Aktifkan Pasukan Berani Mati Gus Dur

Tokoh Nahdatul Ulama (NU) KH. Nuril Arifin atau Gus Nuril (tengah) berorasi saat Aksi Budaya Bela NKRI dan Kebhinnekaan di Denpasar, Bali, 6 Februari 2017. TEMPO/Johannes P. Christo

TEMPO.CO, Yogyakarta - Pemimpin Pondok Pesantren Sokotunggal, Semarang, Jawa Tengah, Nuril Arifin Husein atau akrab disapa Gus Nuril, merasa geram dengan makin merajalelanya radikalisme yang kian mengusik Indonesia sebagai negara majemuk.

“Indonesia sekarang dari luar seolah-olah tenang tanpa masalah, tapi di dalam sebenarnya ada sekelompok radikal yang mengatasnamakan agama sedang mencoba mengoyak-ngoyak NKRI,” ujar Gus Nuril di sela menggelar acara Ngaji Kebangsaan dan Buka Puasa Bersama di Lapangan Nur Iman, Mlangi, Sleman, Rabu sore, 30 Mei 2018.

Nuril menuturkan kelompok radikal ini tumbuh subur karena menunggangi atau ditunggangi partai politik dan secara masif mulai mengacau sendi-sendi pluralitas Indonesia.

“Kelompok radikal ini memulai gerakannya dengan melakukan takfiri atau pengkafiran. Kalau sudah melakukan pengkafiran, mereka melakukan pembantaian pada yang tak sepaham dengan kelompoknya,” ucapnya.

Baca: Gemas Gus Nuril ke Jokowi dan Para Jenderal, Diamkan Kubu Radikal

Namun yang membuat Nuril makin geram dan perlu melakukan gerakan perlawanan adalah ketika kelompok radikal ini mulai menyerang para sesepuh dan ulama, termasuk dari kalangan Nahdlatul Ulama.

“Jangankan yang non-Islam, yang Islam pun mereka kafirkan. Maka, kami sudah mulai tak sabar (untuk melawan). Kelompok ini perlu diberi pelajaran,” tuturnya.

Untuk meredam radikalisme ini, Gus Nuril pun mendeklarasikan ormas bernama Patriot Garuda Nusantara atau Pagar Nusa atau PGN tahun lalu.

“PGN ini reinkarnasi Pasukan Berani Mati era Gus Dur dan Hisbullah di masa lalu,” kata Nuril.

Gerakan ini, ujar Nuril, demi menjawab kebutuhan silent majority berbagai lintas agama yang sebenarnya ingin melawan gerakan-gerakan radikal tapi masih merasa takut.

PGN lahir karena sebelumnya banyak kalangan non-muslim ingin bergabung dengan Barisan Serbaguna dan Ansor. Padahal dua organisasi sayap Nahdlatul Ulama itu khusus kalangan muslim.

“Saat ini, PGN memang masih beranggotakan 380 ribu orang, tapi tahun ini kami menjadi tiga juta,” ujar Nuril.

Gus Nuril menuturkan, untuk melawan gerakan radikalisme, hal pertama yang dilakukan adalah menyasarnya agar tak leluasa dan makin menyebar luas.

“Maka, pertama, gerakan kami mengatakan HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) harus bubar,” katanya.

Sebab, ucap Nuril, meski organisasi itu sudah dibubarkan, ia meyakini orang-orang eks anggota HTI belum sirna benar dari mimpinya mengubah Pancasila menjadi khilafah sebagai dasar negara.

“Kami bukan kelompok yang dapat rente politik dan ekonomi. Tapi, sekali negara digoncang-goncang dengan paham seperti khilafah, kami bergerak,” ujarnya.

PRIBADI WICAKSONO






Kepala BNPT Bilang Media Sosial Kerap Disalahgunakan Kelompok Teror

5 hari lalu

Kepala BNPT Bilang Media Sosial Kerap Disalahgunakan Kelompok Teror

Kepala BNPT Boy Rafli Amar mengatakan keberadaan media sosial kerap disalahgunakan kelompok teror untuk menebar propaganda menciptakan perpecahan.


Ini Pesan Abu Bakar Baasyir saat Menerima Kunjungan Pimpinan BNPT

14 hari lalu

Ini Pesan Abu Bakar Baasyir saat Menerima Kunjungan Pimpinan BNPT

Pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin Abu Bakar Baasyir menerima kunjungan pimpinan BNPT pada Rabu 14 September 2022


Cegah Radikalisme, Ribuan Guru di Jakarta Dapat Pembekalan dari BNPT

36 hari lalu

Cegah Radikalisme, Ribuan Guru di Jakarta Dapat Pembekalan dari BNPT

Kepala BNPT Boy Rafli Amar menilai guru bisa mengajarkan muridnya agar menjunjung kebhinekaan dan Pancasila sehingga terhindar dari radikalisme


Bedah Dua Buku Bamsoet, Hadapi Disrupsi Lawan Radikalisme dengan Revolusi Mindset

49 hari lalu

Bedah Dua Buku Bamsoet, Hadapi Disrupsi Lawan Radikalisme dengan Revolusi Mindset

Ketua MPR RI Bamsoet Ingatkan Pentingnya Lawan Radikalisme dan Demoralisasi Bangsa


Wapres Ma'ruf Amin Minta Dosen Agama Islam Bantu Cegah Paham Radikal

49 hari lalu

Wapres Ma'ruf Amin Minta Dosen Agama Islam Bantu Cegah Paham Radikal

Ma'ruf Amin juga meminta kompetensi seluruh dosen Pendidikan Islam ditingkatkan


BPIP Populerkan Salam Pancasila saat Seminar di Yogyakarta

6 Juli 2022

BPIP Populerkan Salam Pancasila saat Seminar di Yogyakarta

Survei menunjukkan terjadi penurunan kesadaran terhadap Pancasila. 85 persen milenial terpapar terorisme.


Soal Radikalisme, Atheis, dan Khilafah, Surya Paloh: No, Tidak dan Tidak

24 Juni 2022

Soal Radikalisme, Atheis, dan Khilafah, Surya Paloh: No, Tidak dan Tidak

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh menyatakan partainya menentang adanya sikap radikalisme dan atheis.


IPDN Batalkan Acara yang Undang Khalid Basalamah

16 Juni 2022

IPDN Batalkan Acara yang Undang Khalid Basalamah

Undangan untuk Khalid Basalamah berceramah di kampus IPDN sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial.


Polisi Tetapkan 23 Anggota Khilafatul Muslimin Sebagai Tersangka

14 Juni 2022

Polisi Tetapkan 23 Anggota Khilafatul Muslimin Sebagai Tersangka

Kepolisian telah menetapkan total 23 anggota organisasi Khilafatul Muslimin sebagai tersangka.


Kasus Khilafatul Muslimin, Setara Institute Singgung Kinerja BPIP dan BNPT

13 Juni 2022

Kasus Khilafatul Muslimin, Setara Institute Singgung Kinerja BPIP dan BNPT

Hendardi, menyinggung kinerja Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan BNPT usai adanya penangkapan pemimpin Khilafatul Muslimin