Siapa Rohan yang Disebut Menjanjikan Aman Abdurrahman Bebas?

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka Aman Abdurrahman tiba di pengadilan negeri Jakarta Selatan, 30 Mei 2018. Sidang hari ini beragendakan pembacaan replik atau tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas nota pembelaan (pleidoi) terdakwa teroris Aman Abdurrahman. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Tersangka Aman Abdurrahman tiba di pengadilan negeri Jakarta Selatan, 30 Mei 2018. Sidang hari ini beragendakan pembacaan replik atau tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas nota pembelaan (pleidoi) terdakwa teroris Aman Abdurrahman. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Hukum  DPR mempertanyakan sosok Rohan yang dikabarkan berhasil menemui terdakwa kasus tindak pidana terorisme Aman Abdurrahman di sel tahanan. 

    Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Junaidi Mahesa mengaku bingung karena Rohan sebagai orang asing bisa menemui pentolan Jamaah Asharut Daullah di penjara. Apalagi, Aman masih menjalani proses peradilan sebagai terdakwa alias belum dijatuhi vonis.

    “Penjara itu di bawah kekuasaan siapa? Ini NKRI. Ini aneh dan bisa dicurigai positf atau negatif,” katanya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Gedung DPR, Jakarta, Rabu 30 Mei 2018.

    BACA: Aman Abdurrahman Divonis Setelah Lebaran 

    Sementara itu, anggota Komisi Hukum DPR Muhammad Nasir Djamil menyitir kembali pledoi Aman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Ketika itu, tuturnya, Aman mengaku dijanjikan Rohan bebas dari hukuman apabila mau berkompromi dengan pemerintah.

    Bahkan, profesor yang disebut-sebut asal Singapura itu sempat menjanjikan Aman dapat keluar sejenak dari penjara untuk mengunjungi museum sejarah dan makan malam. Namun, ajakan-ajakan tersebut ditolak mentah-mentah oleh Aman.

    “Agak unik menurut saya karena Rohan bisa sampaikan hal itu,” ujarnya.

    Menanggapi pertanyaan itu, Kepala BNPT Komjen Pol. Suhardi Alius juga mengaku tidak mengetahui sosok Rohan dan pertemuannya dengan Aman. Menurut dia, Aman belum menjadi subyek deradikalisasi BNPT karena masih berstatus terdakwa.

    “[Soal Rohan] ini jadi catatan kami. Soalnya ada pertemuan ada menjanjikan juga,” ucapnya.

    Sementara itu, kuasa hukum bos teroris dari kelompok Jamaah Ansharut Daullah (JAD) Asrudin Hatjani juga mengklaim tidak mengenal sosok Rohan. Nama Rohan baru diketahuinya setelah Aman membacakan pledoi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel).

    Pada pembacaan pleidoi tersebut, Aman sempat menyebutkan ditemui Rohan sebanyak tiga kali di Rutan Mako Brimob. Namun, Asrudin pun tidak mengetahui pasti bagaimana cara Rohan masuk dan menemui Aman di Rutan Mako Brimob.

    "Waktu dibacakan pleidoi itu, nama Rohan itu sempat tiga kali menemui dirinya di tahanan. Tetapi, saya tidak tahu dengan pasti bagaimana dia bisa menemui Pak Aman Abdurrahman," ungkapnya.

    Asrudin menduga pertemuan antara Rohan dan Aman di Rutan Mako Brimob difasilitasi oleh pihak keluarga, sehingga tidak ada yang mencurigai pertemuan tersebut. Dia juga menduga pada pertemuan ketiga antara kliennya dengan Rohan itu mulai dibahas mengenai tawaran pembebasan untuk Aman jika mau bekerja sama dengan pemerintah.

    "Saya juga tidak tahu dengan pasti ya, tetapi yang jelas pada pertemuan ketiga itu disebut Pak Aman ada tawaran untuk bekerja sama jika ingin dibebaskan," ujarnya.

    Kendati demikian, menurut Asrudin, kliennya tetap menolak untuk bekerja sama dengan pemerintah. Aman disebut sudah siap menerima ganjaran apapun atas tuduhan pemerintah kepada dirinya.

    "Pak Aman tetap menolak sampai pertemuan ketiga itu," tuturnya.

    Sebelumnya, Aman mengungkapkan pada pertemuan yang ketiga sekitar pukul 17.00 WIB, ada seseorang keturunan negara Srilanka yang bekerja untuk Pemerintah Singapura dan Indonesia. Pada pertemuan ketiga itu, seseorang bernama Rohan tersebut berjanji akan membebaskannya asal mau berkompromi dengan pemerintah.

    "Dia bilang kalau saya tidak mau kompromi, maka saya akan dipenjara seumur hidup. Lalu saya bilang tidak mau berkompromi dengan pemerintah. Saya insyallah akan keluar dari penjara berupa mayat sebagai syahid atau keluar dalam keadaan hidup sebagai pemenang," tuturnya saat membacakan pleidoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

    Selain itu, Aman mengakui dirinya sempat diajak berjalan-jalan ke Museum Nasional hingga diajak malam malam di luar Rutan Mako Brimob oleh Rohan. Tetapi, ajakan itu tetap ditolak oleh Aman Abdurrahman.

    "Saya bilang tetap tidak mau," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.