Gemas Gus Nuril ke Jokowi dan Para Jenderal, Diamkan Kubu Radikal

Pimpinan Pondok Pesantren Soko Tunggal Nuril Arifil Husein atau Gus Nuril mengunjungi kediaman Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Jalan Kebagusan IV, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, 15 Februari 2017. TEMPO/Larissa

TEMPO.CO, YOGYAKARTA - Pimpinan Pondok Pesantren Sokotunggal Semarang Jawa Tengah Nuril Arifin Husein atau akrab disapa Gus Nuril gemas dengan sikap Presiden Jokowi dan juga para jenderal di belakangnya yang seolah memberi ruang gerak pada kelompok radikal.

“Okelah Pak Jokowi memang priyayi Solo yang santun, tapi kami harap beliau dengan para jenderal di pemerintahan lebih berani bertindak lebih tegas pada kelompok radikal ini,” ujar Gus Nuril di sela menghadiri acara Ngaji Kebangsaan dan Buka Puasa Bersama di Lapangan Nur Iman Mlangi Sleman Yogyakarta Rabu 30 Mei 2018 sore.

Gus Nuril menuturkan merebaknya paham radikal ini di tanah air bisa ditandai dan dirasakan tanpa bisa ditutupi lagi. Misalnya dari fenomena makin banyaknya orang yang sedikit-sedikit mengatasnamakan agama demi menghakimi sesuatu yang dinilai berbeda dengan kelompoknya.

“Kelompok ini merasa dirinya paling baik, paling suci, gampang mengkafirkan orang dan membuat suasana memanas,” ujarnya.

Gus Nuril menambahkan, daerah-daerah yang dulunya berwajah lembut dan hampir tak ada gesekan berbau agama, kini berubah atmosfernya menjadi bengis karena agama dijadikan alat sekelompok orang meneror lainnya.

“Termasuk Yogya yang kini tampilannya jadi bengis, dulu kota pelajar, intelektual, kini gampang sekali tersulut soal agama,” ujarnya.

Nuril juga mengaku kecewa dengan kinerja Kementerian Agama yang tak juga berani menindak kelompok radikal dan intoleran itu.“Kalau kementrian agama masih mengurusi haji dan umroh sebaiknya dibubarkan saja,” ujarnya.

Diamnya pemerintahan Jokowi pada gerakan kelompok radikal yang mengatasnamakan agama Islam ini, ujar Nuril bisa menjadi bom waktu suatu saat. Sebab kelompok ini sebenarnya bukan kelompok beragama melainkan peneror demi kepentingan tertentu yang jauh dari unsure agama yang baik.

“Akan terjadi gesekan horizontal dengan kelompok masyarakat lain, yang selama ini hanya diam ketika agamanya dijadikan kelompok itu untuk alat meneror lainnya, “ ujarnya.

Gus Nuril menuturkan, kelompok radikal mengatasnamakan Islam ini belakangan juga menyerang para sesepuh dan ulama Nahdlatul Ulama namun terus dibiarkan.“Kami di bawah para sesepuh dan ulama NU sudah tak sabar, kelompok ini tak bisa dibiarkan, harus diberi pelajaran,” ujarnya.

PRIBADI WICAKSONO






Peminat Walking Tour Membeludak, dan Jokowi Instruksikan MRT Jakarta Beli KCI Jadi Top 3 Metro

1 jam lalu

Peminat Walking Tour Membeludak, dan Jokowi Instruksikan MRT Jakarta Beli KCI Jadi Top 3 Metro

Peminat walking tour Jakarta yang meningkat tinggi dan dan instruksi Presiden Jokowi agar MRT Jakarta membeli KCI jadi Top 3 Metro hari ini.


Sindiran Jokowi untuk Pejabat: Krisis Malah ke Luar Negeri, Dipamerin di Instagram

2 jam lalu

Sindiran Jokowi untuk Pejabat: Krisis Malah ke Luar Negeri, Dipamerin di Instagram

Jokowi mengaku sangat selektif memilih kunjungan ke luar negeri. Ia memilih perjalanan yang memberikan manfaat signifikan.


Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

4 jam lalu

Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

Jokowi ingin pengendalian inflasi dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah pusat dan daerah.


Ini Kata Mahasiswa yang Dikunjungi Jokowi di BUMN Startup Day

12 jam lalu

Ini Kata Mahasiswa yang Dikunjungi Jokowi di BUMN Startup Day

Pertamina mengusung lima tim jebolan Pertamuda 2021 di ajang kegiatan BUMN Startup Day. Seluruhnya digawangi mahasiswa: Unair, UI, UGM, UB.


Padam Kompor Listrik Sebelum Sempat Menyala

14 jam lalu

Padam Kompor Listrik Sebelum Sempat Menyala

Program pengalihan kompor elpiji 3 kilogram milik masyarakat menjadi kompor listrik kandas di tengah jalan. Apa sebabnya?


Prancis Tutup Masjid, Tuding Imam Radikal

14 jam lalu

Prancis Tutup Masjid, Tuding Imam Radikal

Pemerintah Prancis mengumumkan akan menutup masjid karena menganggap imamnya radikal,


Jokowi Sentil Pejabat yang Pamer Berwisata ke Luar Negeri di Media Sosial

19 jam lalu

Jokowi Sentil Pejabat yang Pamer Berwisata ke Luar Negeri di Media Sosial

Presiden Jokowi menyentil pejabat negara yang memamerkan aktivitas melancongnya ke luar negeri di media sosial. Menurut Jokowi, kegiatan para pejabat itu membuat devisa lari ke luar negeri.


19 Juta Orang Kekurangan Gizi, Moeldoko: Presiden Jokowi Sudah Minta Kita Tanam Apa Saja

19 jam lalu

19 Juta Orang Kekurangan Gizi, Moeldoko: Presiden Jokowi Sudah Minta Kita Tanam Apa Saja

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan kondisi perekonomian di Indonesia dalam keadaan baik.


DKI Ingin MRT Jakarta Segera Akuisisi PT KCI, Realisasikan Instruksi Jokowi

19 jam lalu

DKI Ingin MRT Jakarta Segera Akuisisi PT KCI, Realisasikan Instruksi Jokowi

MRT Jakarta telah meminta penyertaan modal daerah Rp 1,7 triliun untuk mengakuisisi PT KCI. Kondisi fiskal terkendala pandemi Covid-19.


Ajak Kepala Daerah Kompak Tangani Inflasi, Jokowi Sebut Kondisi Ekonomi 2023 Makin Gelap

20 jam lalu

Ajak Kepala Daerah Kompak Tangani Inflasi, Jokowi Sebut Kondisi Ekonomi 2023 Makin Gelap

Presiden Jokowi mengajak seluruh kepala daerah untuk kompak bersama-sama menghadapi ancaman inflasi