Sabtu, 20 Oktober 2018

KPU Gandeng PT Pos Indonesia untuk Distribusi Logistik Pemilu

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas KPU setempat melipat surat suara Pilkada 2018 Jawa Tengah di Ungaran, Kabupaten Semarang, 20 Mei 2018. KPU setempat menargetkan pelipatan surat suara tersebut dapat selesai paling lambat pada 24 Mei 2018 dan untuk persiapan keseluruhan logistik Pilkada 2018 Jateng dapat selesai pada H-5 Lebaran. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Petugas KPU setempat melipat surat suara Pilkada 2018 Jawa Tengah di Ungaran, Kabupaten Semarang, 20 Mei 2018. KPU setempat menargetkan pelipatan surat suara tersebut dapat selesai paling lambat pada 24 Mei 2018 dan untuk persiapan keseluruhan logistik Pilkada 2018 Jateng dapat selesai pada H-5 Lebaran. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menandatangani nota kerja sama dengan PT Pos Indonesia terkait dengan distribusi logistik untuk pemilihan umum atau pemilu 2019 di dalam dan luar negeri. Ketua KPU Arief Budiman menilai kemampuan perusahaan distribusi logistik pelat merah itu sangat mapan dalam memasok logistik pemilu ketimbang beberapa perusahaan lain.

    Menurut Arief, PT Pos bisa mengirim logistik pemilu untuk penyelenggaraan di luar negeri secara tepat waktu pada pemilu 2014. "Sementara perusahaan yang lain tidak bisa menyelesaikan persoalan," ujarnya di gedung KPU, Rabu, 30 Mei 2018.

    Baca: KPU Tetapkan DPT Pilkada 2018 Sebanyak 152 Juta Pemilih

    Arief berharap perusahaan pengiriman logistik itu dapat kembali mendukung lembaganya dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah atau pilkada 2018 dan pemilu 2019. Apalagi, ia berujar, saat ini PT Pos sudah didukung teknologi dan sarana transportasi yang makin baik ketimbang sebelumnya.

    Lancarnya pilkada 2018 dan pemilu 2019, menurut Arief, sangat penting dalam keberlangsungan demokrasi di Indonesia. Sebab, kata dia, kontes politik itu memiliki sistem baru, model baru, dan kompetisinya berlangsung sangat ketat. "Jadi semua pemegang peran dalam penyelenggaraan harus bahu-membahu, bekerja sama untuk pemilu Indonesia makin baik," kata Arief.

    Baca: Saran Presiden Soal PKPU Pencalonan, KPU: Keputusan Kami Final

    Direktur Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia Barkah Hadimoeljono menyatakan perusahaannya siap membantu KPU selama gelaran pilkada 2018 dan pemilu 2019. "Sebagai salah satu BUMN, kami punya kewajiban menjalankan tugas negara," ucapnya.

    Dia meyakini, dengan adanya jaringan di dalam dan luar negeri, perusahaannya bisa menangani dokumen pemilu KPU, baik nasional maupun internasional. "Kami juga bagian dari organisasi internasional," kata Barkah.

    Barkah mengatakan jajarannya akan langsung bersiap melakukan distribusi logistik KPU untuk pemilu 2019. "Sebenarnya di daerah jaringan kami sudah bekerja sama dengan KPU daerah untuk distribusi ini," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bravo 5 dan Cakra 19, Dua Tim Luhut untuk Jokowi di Pilpres 2019

    Menyandang nama Tim Bravo 5 dan Cakra 19, dua gugus purnawirawan Jenderal TNI menjadi tim bayangan pemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.