Sahur Bareng Pegiat Ekonomi Kreatif, Ini Pesan Cak Imin

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cak Imin menggelar sahur bersama di Jatiwangi art Factory (JaF), Jatiwangi, Majalengka, Rabu, 30 Mei 2018.

    Cak Imin menggelar sahur bersama di Jatiwangi art Factory (JaF), Jatiwangi, Majalengka, Rabu, 30 Mei 2018.

    INFO MPR - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Abdul Muhaimin Iskandar memulai Safari Cak Imin untuk Indonesia (Cinta) dengan menggelar sahur bersama di Jatiwangi art Factory (JaF), Jatiwangi, Majalengka, Rabu, 30 Mei 2018. Pria yang akrab disapa Cak Imin itu, mengisi sesi diskusi bertajuk “Bincang C1nta Ekonomi Kreatif' bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo”.

    Di depan pegiat ekonomi kreatif dan kepala desa se-Jatiwangi, Cak Imin menyampaikan JaF merupakan contoh desa yang sukses memaksimalkan potensi, di tengah lesunya perekonomian Indonesia saat ini.

    Karena itu, Cak Imin menyebut JaF layak ditiru desa-desa lain di seluruh Indonesia, guna membangun kemandirian ekonomi di level akar rumput.

    "Saya terkaget-kaget, dulu saya kenal Jatiwangi itu genteng, ternyata sudah menjadi pusat seni dan budaya," katanya.

    "Memang industri kreatiflah yang mampu menopang Indonesia, di saat sektor lain stagnan," lanjut politisi berjuluk Panglima Santri tersebut.

    Dalam kesempatan itu, Cak Imin juga mengajak masyarakat melalui semangat Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014, supaya berpartisipasi aktif membangun desa.

    Sejak awal pembentukannya, kata Cak Imin, Undang-undang Desa dirancang agar desa tak lagi hanya menjadi objek pembangunan, melainkan dilakukan secara bottom up, dengan tujuan menyesuaikan kebutuhan dan potensi desa.

    "Malam ini kita mulai bersinergi, supaya desa lain dapat melihat kegigihan dan sinergitas Jatiwangi, terutama pengemasan produk produk nya," ujar Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.