Mengaku "Ada Bom," Frantinus Nirigi Menjadi Tersangka

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang pesawat Lion Air berhamburan keluar pesawat akibat teriakan penumpang Lion Air yang mengaku membawa bom. Facebook.com

    Penumpang pesawat Lion Air berhamburan keluar pesawat akibat teriakan penumpang Lion Air yang mengaku membawa bom. Facebook.com

    TEMPO.CO, Pontianak - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Didi Haryono mengatakan Frantinus Nirigi, yang mengaku membawa bom saat di pesawat, telah ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa, 29 Mei 2018.

    Penetapan tersebut telah melalui gelar perkara dengan melibatkan penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. “Ya, FN telah mengakui (mengungkapkan kata bom),” kata Didi.

    Didi mengatakan, FN kini resmi menjadi tahanan kepolisian. Saat ini kasusnya ditanggani oleh Kepolisian Resor Kota Pontianak. Gelar perkara kasus Fran dilakukan di ruang kerja Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pontianak Komisaris M Husni Ramli.

    Hadir dalam rapat tersebut; Budianto, Kasubdit PPNS Penerbangan Ditjen Hubungan Udara Kemenhub; M. Anshar, PPNS Penerbangan Ditjen Hubungan Udara Kemenhub; Nursyamsu, PPNS Penerbangan Ditjen Hubungan Udara Kemenhub, Aditya P.R, PPNS Penerbangan Ditjen Hubungan Udara Kemenhub, Ajun Komisaris Polisi Efadhoni, wakil kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pontianak, dan jajaran kepala unitnya.

    Dari gelar perkara tersebut, disimpulkan bahwa perbuatan FN melanggar Pasal 437 ayat (1) dan (2) UU RI no 1 th 2009 tentang penerbangan. Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Barat Ajun Komisaris Besar Nanang Purnomo mengatakan terhitung setelah dilaksanakan gelar perkara, maka FN ditetapkan sebagai tersangka.

    “PPNS Penerbangan menerima pelimpahan perkara dari Penyidik Polresta Pontianak Kota. Terhadap tersangka dilakukan penahanan, karena dikhawatirkan tersangka melarikan diri,” katanya.

    Fran merupakan penumpang Lion Air JT 687 rute penerbangan Pontianak-Jakarta. Akibat perbuatannya dengan mengatakan “Awas jangan kasar-kasar menyimpan tasnya. Ada bom,”  kepada seorang pramugari, menyebabkan kepanikan di dalam pesawat. Sebaguan penumpang membuka jendela darurat untuk keluar dari pesawat. Sebelah penumpang dilarikan ke Rumah Sakit AURI, beberapa diantaranya harus dirawat inap.


  • Bom
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.