Hidayat Nur Wahid: Politik Bisa Menghadirkan Kemaslahatan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid Hidayat menjadi tuan rumah buka puasa bersama dengan alim ulama se-Jakarta Selatan di rumah dinas Wakil Ketua MPR, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa, 29 Mei 2018.

    Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid Hidayat menjadi tuan rumah buka puasa bersama dengan alim ulama se-Jakarta Selatan di rumah dinas Wakil Ketua MPR, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa, 29 Mei 2018.

    INFO MPR - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menolak keras stigma Islam adalah teroris. Karena Islam sangat menghormati tempat ibadah agama apa pun, menganjurkan umatnya bersilaturahmi, termasuk menyelenggarakan buka puasa bersama.

    "Mana mungkin ada agama yang menganjurkan silaturahim, salat berjamaah dan buka puasa bersama tetapi menganjurkan terorisme. Tuduhan itu sangat keji, yang datang dari musuh-musuh agama Islam," kata Hidayat saat memberikan sambutan sebagai tuan rumah buka puasa bersama dengan alim ulama se-Jakarta Selatan di rumah dinas Wakil Ketua MPR, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa, 29 Mei 2018.

    Tahun 2018 ini, kata Hidayat, adalah tahun politik. Tahun 2019, adalah  tahun politik yang lebih besar.  Sudah waktunya umat Islam membuktikan bahwa politik itu bisa menciptakan kebaikan sebagaimana  politik Jakarta, yang bisa menghadirkan  pemimpin yang baik, bisa memimpin salat berjamaah, memberikan kultum dan memberi contoh-contoh yang baik.

    "Dengan politik kita bisa menghadirkan pemimpin yang pro terhadap masyarakat. Pemimpin yang bisa menghadirkan kebaikan. Tanpa tanda tangan, Alexis bisa bubar dengan sendirinya, sehingga umat Islam tidak perlu melakukan demo menentang kemungkaran", kata Hidayat, menambahkan.

    Karena itu Hidayat berharap umat Islam tidak anti politik. Sebaliknya, umat Islam harus terlibat dalam politik dan ikut menentukan arah masa depan bangsa melalui keterlibatannya dalam dunia politik.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.