Polda Riau Ungkap Penipuan Bermodus SMS Undian Berhadiah

Ribuan Situs Penipuan Online Diblokir

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah atau Polda Riau menangkap Ardiansyah, 21 tahun, yang diduga melakukan penipuan dengan modus undian berhadiah dari operator pulsa di Sidenreng Rapang, Sulawesi Selatan. "Pelaku yang hanya lulusan sekolah dasar ini ditangkap polisi menyusul adanya laporan warga Pekanbaru yang menjadi korban penipuan," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Komisaris Besar Gideon Arif Setiawan, Selasa, 29 Mei 2018.

Menurut Gideon, pelaku mengatasnamakan PT M-Kios untuk menipu korbannya. Kerugiannya mencapai Rp 3 juta. Polisi menduga masih banyak korban Ardiansyah karena ia sering beroperasi di Dusun I Lokabatue, Sidenreng Rapang, Sumatera Selatan. "Sementara ini baru warga Pekanbaru yang melapor. Kami menduga masih banyak korban lainnya," ujar Gideon.

Baca: Penipuan SMS M Kios, Begini Sulastri Kehilangan Rp 21 Juta

Dalam menjalankan aksinya, kata Gideon, pelaku melakukan penipuan secara online dengan mengirimkan pesan singkat berhadiah, yang mengatasnamakan M-Kios, kepada calon korban. Korban yang mendapat SMS undian berhadiah diarahkan membuka situs web www.gebyarmkios.com, yang sengaja dibuat pelaku.

Gideon menambahkan, korban diarahkan menghubungi nomor telepon pejabat perusahaan, yang diduga fiktif, di dalam website tersebut. Modusnya, kata dia, dengan meminta korban mengirimkan sejumlah uang pajak pemenang untuk pengambilan hadiah. "Dalam website itu, dia meyakinkan kontennya dengan mencantumkan beberapa nama pejabat yang tidak valid dan surat izin Departemen Sosial tidak valid," ucapnya.

Di dalam website itu tercantum informasi hadiah pemenang undian dengan empat kategori, yakni hadiah uang Rp 100 juta, Rp 75 juta, satu unit sepeda motor, dan satu unit mobil. Pelaku juga mahir menirukan berbagai macam nada bahasa layaknya seorang operator seluler untuk menghubungi targetnya. "Korban yang tertipu diminta menghubungi nomor handphone tertentu di dalam website," ujarnya.

Dalam hal ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa 23 modem Internet, 1 laptop, dan 4 handphone. Dalam sehari, pelaku bisa mengirimkan 2.000 ribu SMS undian fiktif secara acak. Dalam satu bulan, pelaku mampu menghasilkan omzet Rp 15 juta dari kejahatan penipuan online selama tiga tahun.

Baca: Polisi Ungkap Penipuan dengan Modus Call Center BRI

Meski hanya lulusan sekolah dasar, Gideon mengatakan pelaku bisa mengoperasikan website dan perangkat lain dengan belajar secara otodidak. Pelaku, kata dia, juga mendapatkan pelajaran dari jaringan yang sama di dunia maya. "Semakin lama semakin mahir, skill-nya bertambah, mereka ini juga punya instruktur di dunia maya," ucapnya.

Selain itu, polisi menduga pelaku tidak sendiri. "Kami masih mendalami keterlibatan pihak lainnya," tutur Gideon.

Sambil tertunduk lesu, Ardiansyah mengaku nekat melakukan penipuan untuk membantu ekonomi keluarga. "Uangnya untuk kebutuhan belanja sehari-hari," katanya. Atas perbuataannya, pelaku terancam dijerat Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.






Bareskrim Polri Usut 4 Kasus Robot Trading dengan Kerugian Korban Rp 25 Miliar

1 hari lalu

Bareskrim Polri Usut 4 Kasus Robot Trading dengan Kerugian Korban Rp 25 Miliar

Bareskrim Mabes Polri sedang menyidik empat perkara robot trading yang merugikan korban hingga Rp 25 Miliar.


Pengacara Terjerat Kasus Penipuan, IPW: Penyidik Polres Jakarta Barat Main Mata?

2 hari lalu

Pengacara Terjerat Kasus Penipuan, IPW: Penyidik Polres Jakarta Barat Main Mata?

Pengacara berinisial NR (46) yang terjerat kasus dugaan penipuan dan penggelapan disebut tak kooperatif dalam menjalani proses hukum.


Unggah Foto Terduga Pelaku Penipuan, Jessica Iskandar: Kamu di Mana Sekarang?

2 hari lalu

Unggah Foto Terduga Pelaku Penipuan, Jessica Iskandar: Kamu di Mana Sekarang?

Jessica Iskandar mengajukan berbagai pertanyaan untuk mantan rekan bisnisnya dan memberikan sindiran mengenai mobilnya yang raib.


Donald Trump dan Anak-anaknya Digugat Jaksa Agung New York

8 hari lalu

Donald Trump dan Anak-anaknya Digugat Jaksa Agung New York

Donald Trump dan anak-anaknya digugat oleh Jaksa Agung atas tuduhan melakukan sejumlah tindakan penipuan.


Pegadaian Ingatkan Masyarakat Waspada Rekrutmen Palsu

9 hari lalu

Pegadaian Ingatkan Masyarakat Waspada Rekrutmen Palsu

Jika menerima pesan panggilan kerja di Pegadaian, masyarakat harus konfirmasi ke kantor Pegadaian terdekat, atau menghubungi 1500 569.


Sederet Kasus Imam Mahdi Palsu di Tanah Air Plus Beragam Modusnya

10 hari lalu

Sederet Kasus Imam Mahdi Palsu di Tanah Air Plus Beragam Modusnya

Warga Riau berinisial WAM, ditangkap Polda Riau gara-gara mengaku sebagai Imam Mahdi. Sebelum itu, tak sedikit kasus Imam Mahdi palsu.


Imam Mahdi Palsu Dicokok Polda Riau, Modus Ada Bencana Besar Dunia Minta Dicarikan Perawan

13 hari lalu

Imam Mahdi Palsu Dicokok Polda Riau, Modus Ada Bencana Besar Dunia Minta Dicarikan Perawan

WAM, Imam Mahdi palsu diringkus Polda Riau atas penistaan agama, penyebaran berita bohong, perundungan anak di bawah umur hingga narkoba.


Bongkar Kasus Penipuan Investasi Alkes, Polres Metro Jakarta Barat Terima Penghargaan Dari BNPB

13 hari lalu

Bongkar Kasus Penipuan Investasi Alkes, Polres Metro Jakarta Barat Terima Penghargaan Dari BNPB

Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat meringkus enam tersangka kasus penipuan investasi suntik modal alkes yang mengatasnamakan BNPB.


BCA Bantah Biaya Transaksi Naik Jadi Rp 150 Ribu per Bulan: Penipuan

15 hari lalu

BCA Bantah Biaya Transaksi Naik Jadi Rp 150 Ribu per Bulan: Penipuan

BCA menemukan adanya indikasi penipuan dari beredarnya pengumuman pembaruan biaya transaksi BCA Mobile dan internet banking.


Penipu Bisa Ubah Daun Jadi Uang di Tangerang juga Mengaku Bisa Beri Pekerjaan Gaji per Jam

17 hari lalu

Penipu Bisa Ubah Daun Jadi Uang di Tangerang juga Mengaku Bisa Beri Pekerjaan Gaji per Jam

Penipu yang ditangkap di Neglasari Tangerang punya janji-jani untuk memikat calon korban. Ubah daun jadi uang dan menghilangkan guna-guna.