Muhammadiyah Minta Rusun, Jokowi Janjikan Beres dalam Enam Bulan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjanjikan akan membangun rumah susun atau asrama di lingkungan sekolah Muhammadiyah di Jonggol, Jawa Barat. "Insya Allah dua pekan ini cek lapangan, segera dikerjakan, dan insya Allah selesai di akhir tahun ini," kata Jokowi di Kampus Uhamka, Ciracas, Jakarta, Selasa, 29 Mei 2018.

    Biasanya, kata Jokowi, pembangunan proyek seperti itu rampung dalam enam bulan. Janji Jokowi disampaikan lantaran Rektor Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka atau Uhamka, Suyatno, menyampaikan langsung kepadanya dalam acara penutupan Pengkajian Ramadhan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

    Baca: NU dan Muhammadiyah Bertemu, Bahas Hoax ...

    Dalam sambutannya, Suyatno mengatakan Muhammadiyah telah menerima bantuan dari pemerintah berupa dua unit sekolah baru untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas. Sekolah ini didirikan di lahan seluas 85 hektare di Jonggol, Jawa Barat. "Kurang fasilitas asrama dan rusunawa. Mohon difasilitasi untuk kepentingan dakwah Muhammadiyah," kata Suyatno.

    Jokowi terkejut dengan permintaan Suyatno itu. Pasalnya sebelum acara dimulai, Jokowi bertemu dahulu dengan Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir dan Suyatno di ruangan rektor. Dan Rektor Uhamka belum membicarakannya. "Pak Rektor belum menyampaikan saat itu,” kata Presiden.

    Baca: Muhammadiyah: Ramadan, Perkuat Karakter ...

    Permintaan baru disampaikan dalam acara penutupan Pengkajian Ramadhan PP Muhammadiyah. “Begitu masuk sini ada tambahan rusun lagi. Saya sanggupi lagi, Pak Rektor."

    Dalam pertemuan di ruangan rektor Uhamka, Haedar meminta pemerintah membangun rumah susun di Solo. Rusun itu dibutuhkan untuk menampung peserta Muktamar Muhammadiyah pada 2020. "Saya sampaikan saya sanggupi tahun ini akan saya kerjakan," ucap Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.