KPK Benarkan Ada Penyidik Memeriksa Tuan Guru Bajang

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan didampingi Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat memberi keterangan terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang melibatkan Wali Kota Cilegon di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta, 23 September 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan didampingi Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat memberi keterangan terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang melibatkan Wali Kota Cilegon di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta, 23 September 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah membenarkan bahwa penyidik di lembaga antirasuah itu melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang.

    "Iya benar, ada penyidik yang memeriksa Tuan Guru Bajang," ujar Febri saat ditemui di Gedung Merah Putih KPK, Senin 28 Mei 2018.

    Baca juga: KPK Bentuk Panitia Seleksi untuk Posisi Sekretaris Jenderal

    Febri menyebutkan pemeriksaan tersebut dilakukan pada Jumat, 25 Mei lalu. Namun dia enggan menyebutkan agenda pemeriksaan tersebut.

    Menurut Febri, pemeriksaan Tuan Guru Bajang tersebut bersifat klarifikasi terkait laporan masyarakat yang diterima KPK. "Pemeriksaan itu hanya klarifikasi awal," katanya.

    Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan pemeriksaan klarifikasi awal tersebut merupakan hal yang wajar dilakukan penyidik KPK ketika menerima laporan dari masyarakat. Ia menegaskan, belum tentu setiap orang yang diperiksa KPK itu terjerat dalam satu perkara korupsi. "Belum tentu semua yang diperiksa KPK itu terjerat kasus," ujar Basaria.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.