Video Viral Mirip Keponakan Prabowo, Fadli Zon: Isu Daur Ulang

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aryo Djojohadikusumo. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Aryo Djojohadikusumo. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan video viral porno yang pelakonnya mirip anggota DPR, Aryo Djojohadikusumo saat ini hanyalah isu lawas yang sengaja dimunculkan kembali untuk kepentingan tertentu. "Saya kira (video soal Aryo) itu isu-isu lama yang didaur ulang," ujar Fadli Zon ditemui di Yogyakarta, Senin, 28 Mei 2018.

    Fadli membantah pelakon dalam video porno itu Aryo. "Saya kira soal video itu juga tidak benar, yang bersangkutan kan juga sudah membantah (terlibat dalam video itu)."

    Baca: Soal Video Porno Mirip Keponakan Prabowo ...

    Sebuah video porno berjudul "aryodj di apartemen" beredar di dunia maya. Video syur berdurasi sekitar 2 menit itu menampilkan seorang pria yang mirip Aryo dan dua wanita tanpa pakaian. Lelaki di video itu melakukan adegan syur dengan salah satu wanita. Sedangkan wanita lainnya merekam adegan itu.

    Nama Aryo bukan kali ini saja disebut-sebut terlibat skandal seks. Pada tahun lalu, foto-foto syur yang diduga diperankan lelaki yang mirip kemenakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto itu bersama sejumlah perempuan, viral di dunia maya.

    Aryo adalah anggota DPR RI dari Partai Gerindra. Ia putera  pengusaha Hasyim Djojohadikusumo.

    Baca: MKD Tunggu Bukti dari Polisi Soal Video Porno ...

    Anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Agung Widyantara yang turut bersama Fadli dalam kesempatan itu menuturkan sampai saat ini pihaknya belum mendapat laporan tentang Aryo dan video porno yang beredar itu. "Setahu saya belum ada surat masuk soal (laporan video porno) itu."

    Kalau pun sudah ada surat masuk, kata Agung, pihaknya akan memverifikasi surat laporan tentang video viral porno tentang politikus Partai Gerindra itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.