Dewan Pers Izinkan Detik Cabut Berita Pengawasan Bomber Surabaya

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (kanan ke kiri) Tenaga Ahli Menteri Bidang Literasi Digital dan Tata Kelola Internet Donny B.U., Pengamat Teroris dari Universitas Indonesia Solahudin, dan Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo dalam diskusi 'Cegah dan Perangi Aksi Teror'. Diskusi berlangsung di gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Rabu, 16 Mei 2018. TEMPO/Lani Diana

    (kanan ke kiri) Tenaga Ahli Menteri Bidang Literasi Digital dan Tata Kelola Internet Donny B.U., Pengamat Teroris dari Universitas Indonesia Solahudin, dan Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo dalam diskusi 'Cegah dan Perangi Aksi Teror'. Diskusi berlangsung di gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Rabu, 16 Mei 2018. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Situs berita detik.com mencabut berita berjudul 'Terkuak! Densus 88 Kendurkan Pengawasan Terhadap Bomber Surabaya' yang telah dimuatnya Kamis, 24 Mei 2018. Ketua Dewan Pers Stanley Joseph Adi Prasetyo mengatakan dirinya mewakili Dewan Pers memberi izin kepada Detik untuk mencabut berita tersebut.

    "Yang jelas saya mewakili Dewan Pers memberikan ijin kepada Detik untuk mencabut, karena pencabutan di luar keterkaitan SARA atau (konten) porno harus seizin DP (Dewan Pers)," kata Stanley melalui pesan singkat, Senin, 28 Mei 2018.

    Baca: Dewan Pers Proses Kasus Lagu #2019GantiPresiden John Paul

    Sebelumnya, kata dia, Detik telah meminta pertimbangan untuk mencabut berita tersebut. Ia menilai pencabutan berita tersebut merupakan goodwill Detik.

    Dalam pencabutan berita tersebut, detik.com menulis bahwa langkah pencabutan berita itu dilakukan setelah berkonsultasi dengan Dewan Pers. Demi kepentingan bangsa yang lebih besar terkait pemberantasan terorisme, redaksi setuju menghapus berita ini, meskipun tidak ada pelanggaran dalam proses pemberitaan.

    "Dewan Pers tak melihat adanya pelanggaran yang dibuat detik.com. Ini lebih merupakan niat baik dari detik.com," ujar Ketua Dewan Pers Joseph Adi Prasetyo, Kamis, 24 Mei 2018, dikutip dari detik.com.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?