Canda Jokowi ke Wartawan Soal Kesepakatan di Bukber Ketua DPR

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Ketua DPR Bambang Soesetyo memperlihatkan tanda terima  pembayaran zakat seusai membayar  zakat di Istana Negara, Jakarta, 28 Mei 2018. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Presiden Joko Widodo bersama Ketua DPR Bambang Soesetyo memperlihatkan tanda terima pembayaran zakat seusai membayar zakat di Istana Negara, Jakarta, 28 Mei 2018. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengusili para wartawan dalam acara buka puasa bersama di rumah dinas Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo di Jalan Widya Chandra III, Jakarta Selatan, Senin, 28 Mei 2018.

    Saat itu, para wartawan tengah menunggu Jokowi yang hendak keluar dari ruangan acara. Mereka sudah bersiap dengan sejumlah pertanyaan terkait isu terkini yang hendak ditanyakan pada orang nomor satu di Indonesia itu. Sesaat kemudian, sosok yang ditunggu pun datang. Jokowi yang mengenakan kemeja batik biru emas tampak didampingi Bamsoet.

    Baca juga: Survei: Jokowi Harus Waspada, Tingkat Kepuasan Publik Menurun

    Keduanya pun berhenti sejenak dan berhadapan dengan para wartawan. Kemudian, Jokowi buka suara. "Tadi saya, Pak Ketua DPR, Ketua MPR, Ketua BPK, MA, KY juga satu meja. Sepakat," Jokowi memberikan jeda pada kalimatnya, lalu melanjutkan. "Besok kan hari libur. Kita sepakat besok puasa."

    Sambil tersenyum, Jokowi pun langsung pergi menuju mobilnya yang telah siap di depan rumah Bamsoet. Bukan kali ini Jokowi mengusili para wartawan. Tahun lalu, dalam acara buka puasa bersama yang diadakan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan, Jokowi terlihat memegang secarik kertas.

    Baca juga: Jokowi Targetkan Bendungan Kuningan Selesai Akhir 2018

    Awak media mengira Jokowi akan menyampaikan suatu hal melalui panduan teks. Ketika ditanya perihal kertas tersebut, Jokowi menjawab bahwa kertas itu berisi daftar menu buka puasa yang disajikan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.