Kapolri Minta Kepala Daerah Antisipasi Berkembangnya Sel Teroris

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Tito Karnavian, memberikan keterangan usai meninjau Rutan Cabang Salemba di Mako Brimob, Depok, 10 Mei 2018. Lima anggota Brimob gugur setelah disandera oleh terpidana terorisme pada saat kerusuhan Selasa malam, 8 Mei 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian, memberikan keterangan usai meninjau Rutan Cabang Salemba di Mako Brimob, Depok, 10 Mei 2018. Lima anggota Brimob gugur setelah disandera oleh terpidana terorisme pada saat kerusuhan Selasa malam, 8 Mei 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jambi - Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian meminta kepada semua kepala daerah, termasuk kepala daerah Jambi, membendung berkembangnya sel-sel teroris dan paham radikalisme di daerah masing-masing. Menurut dia, penyelesaian masalah terorisme harus komprehensif melibatkan kepala daerah.

    "Khusus di Provinsi Jambi, kepada plt Gubernur Jambi serta para wali kota dan bupati, mari bersama-sama membendung berkembangnya sel-sel teroris dan paham radikalisme, sehingga tidak menjadi masalah ke depan," kata Tito di Markas Kepolisian Daerah Jambi, Jumat, 25 Mei 2018.

    Baca:Polisi Tangkap 74 Terduga Teroris Setelah Peristiwa Bom Surabaya

    Permintaan itu disampaikan Tito saat meresmikan kenaikan tipe Polda Jambi dari tipe B menjadi tipe A. Ia pun menyoroti aksi penyerangan oleh seorang warga kepada dua polisi di Kepolisian Sektor Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, pada 22 Mei 2018.

    Tito berpendapat, serangan seorang warga terhadap anggota kepolisian merupakan puncak dari gunung es masalah terorisme di Jambi. "Saya minta kepala BIN daerah, kapolda, danrem, serta kepala daerah untuk duduk bersama melakukan pemetaan terhadap sel dan jaringan teroris serta berkembangnya paham radikalisme yang ada dan punya potensi di Provinsi Jambi," ucap Tito.

    Baca: Peneliti Menilai Program Deradikalisasi BNPT Perlu Diubah

    Ia pun menilai perlunya kerja sama semua pihak untuk memetakan potensi teror yang ada di daerah masing-masing. Tito meminta daerah mengaktifkan lagi pola pengamanan dengan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Babinkamtibmas untuk mencegah berkembangnya kelompok radikal di Jambi.

    Tito menuturkan kepolisian telah mendeteksi kelompok radikal di Provinsi Jambi. Ia memperkirakan keberadaan kelompok radikal tidak terlalu banyak di Jambi. Kepolisian juga telah mengawasi kelompok teroris di Jambi. "Namun perlu ditangani dan diawasi secara serius serta mewaspadai penyebarannya, baik melalui media sosial maupun Internet," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.