Tingkatkan Pendapatan Desa, Menteri Desa Gandeng Lion Parcel dan Himbara

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, melaksanakan kunjungan kerja di beberapa wilayah di Yogyakarta, Jumat, 25 Mei 2018. (dok Mendes PDTT)

    Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, melaksanakan kunjungan kerja di beberapa wilayah di Yogyakarta, Jumat, 25 Mei 2018. (dok Mendes PDTT)

    INFO NASIONAL – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi terus memacu pembangunan serta pertumbuhan ekonomi di desa-desa. Kali ini, Kementerian Desa menggandeng pihak swasta, yakni Lion Parcel dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), di antaranya BNI, BRI, Mandiri, serta Bank BTN.

    Kementerian Desa, Lion Parcel, dan Himbara, sepakat untuk bekerja sama mengembangkan badan usaha milik desa (BUMDes) untuk mewujudkan percepatan pertumbuhan ekonomi tersebut.

    "Tadi kita menyaksikan kerja sama antara BUMDes, Lion Parcel, dan Himbara. Kerja sama BUMDes ini selain menambah pendapatan dan nilai ekonomi, juga nilai tambah produk di desa. Beberapa waktu lalu Kementerian Desa mengadakan pameran BUMDes di Malaysia, BUMDes bisa pro aktif langsung ke sentra-sentra produksi di desa," ujar Menteri Desa Eko Putro Sandjojo saat acara pembukaan Pelatihan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) angkatan 16 dan 17, di Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Yogyakarta, Jumat, 25 Mei 2018.

    Dia menambahkan, kerja sama dengan Lion Parcel akan sangat berguna untuk mengakselerasi transaksi produk unggulan desa melalui e-Commerce dari BRI dan BNI. Ia mencontohkan, ke depan konsumen bisa membeli alpukat langsung dari desa secara online.

    "Kalau model ini jadi, masyarakat desa tidak akan menganggur dan berpenghasilan di atas Rp 2 juta. Ini tentu akan menguntungkan petani," katanya.

    Menurut dia, banyak BUMDes yang sukses tidak terlepas dari manajemen pelatihan dan pendampingan. Untuk terus meningkatkan kapasitas aparat desa termasuk pemahaman mengenai e-Commerce, lanjut Eko, Kementerian Desa pun telah meluncurkan Akademi Desa 4.0 yang berfungsi sebagai lembaga pelatihan.

    "Dalam Akademi Desa 4.0 diajarkan bagaimana mengelola BUMDes secara virtual. Jadi, masyarakat bisa belajar dan kita fasilitasi. Sehingga target tiap desa punya 1 BUMDes bisa tercapai di 2019. Saat ini, ada sekitar 32 ribu BUMDes. Perlu terus disosialisasikan keberhasilan BUMDes supaya bisa menginspirasi desa lain, bisa dicontoh dan dikloning," ujar Eko.

    Sementara itu, Manager Operasional Lion Grup Edward Sirait mengatakan, pihaknya menyambut baik karena dipercaya memiliki kesempatan kerja sama bersama Lion Parcel, Bank, dan BUMDes. Dia pun berharap, ke depan bentuk kerja sama yang dilakukan tidak hanya di bidang logistik, melainkan juga untuk penjualan tiket dan lainnya.

    "Dengan dibantu dan didukung penuh Bank dan produknya memang ada, harusnya BUMDes bisa jalan. Apa yang dibuat Pak Eko adalah sejarah baru, produk desa dijadikan badan usaha," ucapnya.

    Dalam kesempatan tersebut, dilakukan juga penyerahan corporate social responsibility (CSR) berupa bantuan perbankan kepada BUMDes Mitra Binaan yang menjadi Agen Lion Parcel. Hal tersebut diberikan sebagai upaya pengembangan BUMDes.

    Sejumlah BUMDes yang mendapatkan bantuan CSR tersebut diantaranya BUMDes Maju Mandiri, Bengkuyung, Karya Mandiri, Amarta, Laksana Mandiri, dan Hanjuang. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.