Monyet Gunung Merapi Turun Bukan Karena Erupsi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Basarnas mengamati puncak Gunung Merapi dari Stabelan, Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, 22 Mei 2018. Pasca letutsan freatik Gunung Merapi yang telah terjadi empat kali status Gunung Merapi naik dari Normal (level I) menjadi Waspada (level II). ANTARA

    Petugas Basarnas mengamati puncak Gunung Merapi dari Stabelan, Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, 22 Mei 2018. Pasca letutsan freatik Gunung Merapi yang telah terjadi empat kali status Gunung Merapi naik dari Normal (level I) menjadi Waspada (level II). ANTARA

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) mengklarifikasi soal monyet ekor panjang yang turun di sekitar kantor dan lahan warga. Berdasarkan hasil pemantauan dan pengumpulan informasi, macaca fascicularis (monyet ekor panjang) itu berasal dari Kali Kuning atau di luar kawasan TNGM.

    Monyet-monyet yang terpantau di sekitar Jalan Kaliurang Kilometer 22,6 Pakem, Sleman, pada Kamis, 24 Mei 2018 awalnya diduga dari kawasan TNGM. Mereka turun gunung diduga karena adanya erupsi. Namun ternyata monyet itu bukan berasal dari kawasan Taman Nasional Gunung Merapi.

    Baca: Abu Merapi Guyur Candi Borobudur, Balai Konservasi Siapkan Mantel

    “Berdasarkan hasil pemantauan dan pengumpulan informasi dari warga sekitar dan anggota SAR di Pos Aju Kalikuning, monyet ekor panjang yang berada di lahan masyarakat belakang kantor Balai TNGM, lokasi titik perjumpaan, merupakan homerange (daerah jelajah) kelompok monyet dari bantaran Kalikuning tersebut,” kata Kepala Balai TNGM Ammy Nurwati pada Jumat, 25 Mei 2018.

    Ia menyebut dari laporan masyarakat dan tim, monyet-monyet itu memang sering terlihat di sekitar sungai dan lahan warga. Tidak hanya saat ada erupsi, tetapi di saat status normal pun monyet itu sering terlihat.

    Baca: Gunung Merapi Waspada, Begini Peta Warga di Kawasan Rawan Bencana

    “Berkenaan dengan itu, maka disimpulkan bahwa monyet yang dijumpai tersebut belum bisa dijadikan indikasi reaksi satwa terhadap peningkatan aktivitas Merapi,” kata Ammy. “Jika terindikasi ada pergerakan satwa dari kawasan TNGM akan kami sampaikan lebih lanjut."

    Di sekitar lokasi wisata Telaga Putri di Kaliurang juga banyak monyet yang berinteraksi dengan wisatawan. Bahkan kawanan monyet itu sering makan dan minum yang dikonsumsi manusia, seperti minuman bersoda, roti, keripik, kacang kulit olahan dan lain-lain. “Monyet banyak di Telaga Putri, warung milik pedagang ditutup rapat jika ditinggal,” kata Teguh Wardaya, Kepala Resor TNGM Pakem-Turi.

    Baca: Monyet-monyet Gunung Merapi Terpantau Mulai Turun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.