Ciri-ciri Orang Mudah Direkrut Jadi Teroris Menurut Pengamat

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Diskusi tentang terorisme, Kamis, 24 Mei 2018, bertempat di Gedung Tempo, Jalan Palmerah Barat 8, Jakarta. ISTIMEWA

    Diskusi tentang terorisme, Kamis, 24 Mei 2018, bertempat di Gedung Tempo, Jalan Palmerah Barat 8, Jakarta. ISTIMEWA

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Asian Muslim Action Network (Aman) Ruby Khalifah memaparkan ciri-ciri orang yang mudah direkrut sebagai teroris atau dicekoki paham radikalisme. Salah satu cirinya, yakni tak mau berpikir kompleks.

    "Tipe orang yang tidak mau berpikir kompleks punya kecenderungan mudah direkrut," kata Ruby dalam diskusi bertema 'Dari Penjara Hingga Keluarga' di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Kamis, 24 Mei 2018.

    Baca: Polisi Tangkap 74 Terduga Teroris Setelah Peristiwa Bom Surabaya

    Seperti diketahui, teror bom mengancam Indonesia belakangan ini. Satu keluarga teroris jaringan Jemaah Ansarud Daulah (JAD), Dita Oeprihanto, meledakkan bom di tiga gereja di Surabaya pada Minggu pagi, 13 Mei 2018.

    Malam harinya, bom meledak di rusunawa Wonocolo, tak jauh dari markas Kepolisian Sektor Taman, Sidoarjo. Bom itu disimpan oleh terduga teroris Anton Febriantoro bersama keluarganya. Serangan belum berakhir. Bom kembali diledakkan di Markas Polrestabes Surabaya pukul 08.50, Senin, 14 Mei 2018 oleh keluarga Tri Murtiono.

    Baca: Jokowi: Pembangunan Sel Khusus Terpidana Terorisme Segera Selesai

    Menurut Ruby pemikiran yang kritis (critical thinking) penting dimiliki setiap individu. Tujuannya agar terhindar dari rekrutmen teroris atau paham radikalisasi. Sayangnya, menurut Ruby, critical thinking masyarakat kini rendah. "Critical thinking penting kalau mau serius mengurangi rekrutmen dan dampak radikalisasi," ujar Ruby.

    Bekas pimpinan Jamaah Islamiyah Asia Tenggara Nasir Abbas mengutarakan tanda-tanda seorang teroris tak dapat diidentifikasi dengan jenis pakaiannya. Misalnya bercadar, memakai jaket hitam, ataupun bercelana cingkrang. Hal yang perlu diperhatikan adalah gaya tubuh dan ucapan.

    Lihat: Moeldoko: Gerakan Terorisme Bukan Seperti Nyamuk

    Nasir menuturkan teroris tak berpikir bom bunuh diri suatu kesalahan. Justru teroris menganggap, bom bunuh diri membawa mereka masuk ke dunia lain alias surga. Karena itulah, ada teroris yang mengajak keluarga meledakkan dirinya dengan anggapan ikut masuk surga. "Yang mereka pikirkan bahwa kalau mati berarti mati syahid dan langsung masuk surga," ujar Nasir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.