KPK Dalami Dugaan Uang Suap Bupati Buton Selatan Dipakai Pilkada

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Buton Selatan Agus Feisal Hidayat (tengah) digiring petugas saat tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 24 Mei 2018. Dari OTT tersebut turut terjaring enam tersangka lainnya dengan mengamankan barang bukti uang Rp400 juta. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    Bupati Buton Selatan Agus Feisal Hidayat (tengah) digiring petugas saat tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 24 Mei 2018. Dari OTT tersebut turut terjaring enam tersangka lainnya dengan mengamankan barang bukti uang Rp400 juta. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum bisa memastikan adanya penggunaan uang suap dalam kasus penerimaan hadiah dan janji yang menjerat Bupati Buton Selatan Agus Feisal Hidayat untuk kebutuhan Pilkada.

    "Kami belum sampai kesitu, sekarang masih didalami jika nanti ada indikasi dan bukti tentu akan dikembangkan," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di kantornya pada Kamis, 24 Mei 2018.

    Baca: PDIP Tak Akan Beri Bantuan Hukum kepada Bupati Buton Selatan

    KPK menetapkan Bupati Buton Selatan Agus Feisal Hidayat dan kontraktor dari PT Barokah Batauga Mandiri, Tonny Kongres sebagai tersangka. Keduanya terjerat dalam kasus penerimaan hadiah dan janji dalam proyek pengerjaan di pemerintahan Kabupaten Buton Selatan setelah terjaring operasi tangkap tangan KPK Rabu kamarin

    Dalam OTT tersebut, selain Agus dan Tonny, KPK menangkap 9 orang lainnya. Tiga orang diantaranya konsultan lembaga survei, yaitu Ari, Jossi, dan Syamsudin,

    Baca: KPK Tetapkan Bupati Buton Selatan Sebagai Tersangka

    Basaria mengatakan, salah satu barang bukti yang disita penyidik uang senilai Rp 409 juta ditemukan di tempat Syamsudin. Di tempat itu, KPK menemukan sejumlah alat kampanye dan menyitanya.

    Selain itu, Basaria menyebutkan, ayah dari Agus merupakan salah satu calon Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara. "Jika ada bukti dan arah ke sana nanti kami akan periksa ayahnya apakah uang ini juga digunakan untuk kebutuhan Cawagub ayahnya," kata dia.

    Baca: Pasca OTT Bupati Buton Selatan, Ini Pesan Pj Gubernur Sultra


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.