Masuk Lingkaran Istana,Ali Mochtar Ngabalin: Pemerintah Tak Zalim

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Eko Sulistyo (kiri) dan Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Ali Mochtar Ngabalin (kanan) memberi keterangan pada wartawan di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden, Jakarta, 24 Mei 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Eko Sulistyo (kiri) dan Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Ali Mochtar Ngabalin (kanan) memberi keterangan pada wartawan di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden, Jakarta, 24 Mei 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Ali Mochtar Ngabalin mengatakan tugas barunya sebagai Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi, Kantor Staf Presiden, adalah untuk menyampaikan pada masyarakat bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla bekerja dengan baik.

    "Saya harus menyampaikan bahwa tidak ada kezaliman yang dilakukan pemerintah ini, tidak ada kebohongan, tidak ada kemunafikan, tidak ada tipu-menipu," kata Ngabalin saat ditemui di Kantor KSP, Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis, 24 Mei 2018.

    Baca: Tugas Ali Mochtar Ngabalin, Moeldoko: Bukan Juru Bicara Presiden

    Ngabalin berharap pemerintahan Jokowi-JK tidak lagi mendapat fitnah atau mendapat citra buruk di mata masyarakat. Selain itu, dia meminta umat Islam mau mendukung pemerintahan ini. 

    Menurut dia, dalam konsep Alquran atau kitab suci agama lainnya, pemerintah adalah representasi Tuhan di muka bumi. "Pemerintah dalam konsep agama itu tidak boleh difitnah, dicaci-maki," ujarnya.

    Menurut Ngabalin, pemerintah dan masyarakat harusnya kerap duduk bersama untuk berbicara demi kebaikan bangsa. Karena itu Ngabalin merasa bertanggung jawab untuk memberi tahu masyarakat apa yang telah dikerjakan selama ini. Ia mengklaim pemerintahan Jokowi-JK telah menjalankan tugas yang mulia.

    "Kepada bapak presiden saya bilang, kebenaran yang tidak terorganisir akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir. Maka saya mau laksanakan tugas ini," tuturnya.

    Baca: Ali Mochtar Ngabalin Masuk di Lingkaran Istana Jokowi

    Meski dulu kerap mengkritik pemerintah dan kini masuk di lingkungan Istana, kata Ngabalin, itu adalah hal yang normal. Dalam politik semuanya dinamis dan sikap seseorang bisa berbeda-beda. "Sepanjang kepentingannya untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara, Anda harus redamkan seluruh kebencian," ucapnya.

    Ngabalin mengklaim pemerintahan Jokowi-JK selalu memikirkan kepentingan bangsa. Sebabnya ia berharap umat Islam mau tetap mendukungnya. "Saya mengimbau, mengajak, tidak ada cara lain kecuali harus berikan dukungan full kepada pemerintah agar bisa menyelesaikan urusan-urusan masyarakat," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.