Gunung Merapi Erupsi, Tinggi Kolom Letusan 6.000 Meter

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengendarai motor di jalan pedesaan lereng Gunung Merapi, Stabelan, Tlogolele, Selo, Jawa Tengah, 22 Mei 2018. Sebanyak 362 jiwa warga Stabelan mengungsi pada Senin (21/5) malam akibat letusan freatik Merapi pada pukul 17.50 Wib. ANTARA

    Warga mengendarai motor di jalan pedesaan lereng Gunung Merapi, Stabelan, Tlogolele, Selo, Jawa Tengah, 22 Mei 2018. Sebanyak 362 jiwa warga Stabelan mengungsi pada Senin (21/5) malam akibat letusan freatik Merapi pada pukul 17.50 Wib. ANTARA

    TEMPO.CO, JakartaGunung Merapi kembali erupsi pada Kamis, 24 Mei 2018, pukul 02.56. "Letusan merapi pukul 02.56 WIB dengan tinggi kolom 6.000 meter selama empat menit dan terdengar dari semua pos pengamatan," tulis akun Twitter resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi, Kamis.

    Baca juga: Gunung Merapi Meletus Freatik Lagi, Arah Angin ke Barat Daya

    Gunung Merapi dalam sepekan terakhir ini telah mengalami beberapa kali erupsi freatik. Dua erupsi freatik terjadi pada Rabu, 23 Mei 2018, masing-masing pada pukul 03.31 WIB selama empat menit dengan ketinggian kolom letusan 2.000 meter dan pukul 13.49 WIB selama dua menit, tapi ketinggian kolomnya tidak terlihat karena kabut.

    Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi memperkirakan perilaku Gunung Merapi yang mengalami banyak letusan freatik dalam beberapa hari terakhir hampir sama dengan perilaku gunung tersebut pasca-letusan besar pada 1872.

    Baca juga: BPPTKG Meneliti Kandungan Mineral Letusan Freatik Gunung Merapi

    "Kondisi saat ini mirip dengan kondisi pasca-letusan besar 1872 dan letusan besar sekitar 1930. Terakhir, Gunung Merapi mengalami letusan besar pada 2010," kata Kepala Seksi Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Agus Budi Santoso, seperti dikutip Antara, Rabu, 23 Mei 2018.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.