Jokowi: Pembangunan Sel Khusus Terpidana Terorisme Segera Selesai

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel polisi bersenjata melakukan sterilisasi area proses pemindahan napi teroris Nusakambangan di dermaga penyeberangan Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah, 10 Mei 2018. Napi ini dipindahkan ke sel tahanan dengan pengamanan ketat. ANTARA/Idhad Zakaria

    Personel polisi bersenjata melakukan sterilisasi area proses pemindahan napi teroris Nusakambangan di dermaga penyeberangan Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah, 10 Mei 2018. Napi ini dipindahkan ke sel tahanan dengan pengamanan ketat. ANTARA/Idhad Zakaria

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan pembangunan sel khusus terpidana terorisme di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, akan segera rampung. "Nanti 3-4 bulan lagi selesai. Super maksimum (security), tapi di Nusakambangan. Kita sudah bangun lama, tinggal penyelesaian akhir," kata Jokowi di Kantor DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Rabu, 23 Mei 2018.

    Jokowi mengatakan, lapas itu akan memiliki kapasitas lebih dari 500 kamar bagi para tahanan terorisme. Adapun usulan pembangunan rumah tahanan khusus teroris di Cikeas, Jokowi mengaku belum memutuskannya karena masih dalam tahap engineering.

    Baca juga: Penjara Khusus Bandar Narkoba dan Teroris, Begini Konsepnya

    Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian sebelumnya mengusulkan adanya penambahan rumah tahanan dengan tingkat keamanan maksimal untuk para narapidana teroris. Ia mengusulkan rutan itu dibuat di Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    Tito mengusulkan hal itu saat menghadiri rapat terbatas tentang penanggulangan terorisme di Kantor Presiden, pada Selasa, 22 Mei 2018. Menurut Tito, di Cikeas terdapat markas resimen Brimob sehingga pengamanannya bisa maksimum. "Sementara yang di Mako Brimob (Depok) sudah tidak kami pakai lagi karena memang tidak layak untuk maximum security bagi tersangka atau terdakwa terorisme," kata Tito.

    Menurut mantan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya ini, narapidana teroris tidak bisa digabung dengan tahanan kasus lain. Pasalnya, kata Tito, narapidana atau tahanan teroris bisa mempengaruhi terpidana lain.

    Baca juga: Pemerintah Siapkan Alternatif Definisi dalam RUU Terorisme

    Selain Kapolri, anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, Arteria Dahlan, juga mengupayakan untuk membangun lapas baru untuk para terpidana terorisme di Nusakambangan. Nantinya, kata Arteria, rutan khusus teoris yang maksimum pengamanannya juga akan dibangun di Cikeas, Jawa Barat. "Kita minta betul ini bisa direalisasikan," ujarnya dalam sebuah acara diskusi di Jakarta, Sabtu, 19 Mei 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.