Kena OTT KPK, Bupati Buton Selatan Diperiksa di Polres Baubau

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi korupsi

    Ilustrasi korupsi

    TEMPO.CO, Kendari - Bupati Buton Selatan Agus Feisal Hidayat diperiksa sejumlah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK di markas Kepolisian Resor Baubau, Rabu, 23 Mei 2018.

    Kapolres Baubau Ajun Komisaris Besar Daniel Widya Mucharam, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, membenarkan bahwa Agus Feisal, yang baru menjabat setahun sebagai Bupati Buton Selatan, sedang menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik KPK di Polres Baubau.

    Baca: KPK OTT di Buton Selatan, Bupati dan Sembilan Orang Ditangkap

    “Benar dia diperiksa. Saat ini saya lagi berada di Kendari. Kalau dia diberangkatkan ke Jakarta oleh KPK, ya, saya balik malam ini,” ujar Daniel.

    Saat ditanya apakah pemeriksaan Bupati Buton Selatan terkait dengan dugaan operasi tangkap tangan (OTT) KPK, Daniel tidak mau berspekulasi. Ia hanya mengatakan permasalahan akan jelas jika dirinya sudah berada di Baubau. “Nanti saya infokan lebih lanjut kalau saya sudah berada di Baubau," katanya.

    Simak: KPK Terima Pengembalian Uang Suap dari 3 Anggota DPRD Sumut

    Ketua KPK Agus Raharjo membenarkan bahwa tim penyidik KPK telah menangkap salah satu pejabat di Buton Selatan. Pejabat tersebut ditangkap di rumah jabatannya setelah diduga melakukan transaksi suap dengan sejumlah pihak. "Benar, tunggu konpers (konferensi pers) besok," ucap Agus melalui pesan WhatsApp, Rabu malam.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, Agus Feisal ditangkap sekitar pukul 16.00 Wita. Agus digelandang ke Mapolres Baubau. Sekitar pukul 19.00 Wita, KPK memeriksa Agus dan sembilan orang, yang juga turut diamankan penyidik KPK.

    ROSNIAWANTY FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.