BPPTKG Meneliti Kandungan Mineral Letusan Freatik Gunung Merapi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota SAR memantau aktivitas Gunung Merapi di Bukit Klangon, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, 22 Mei 2018. ANTARA

    Anggota SAR memantau aktivitas Gunung Merapi di Bukit Klangon, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, 22 Mei 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mengebut penelitian pada sejumlah material hasil erupsi freatik Gunung Merapi yang sepanjang Mei 2018 ini intens terjadi.

    Penelitian material itu untuk mengetahui gejala atau tanda, apakah peningkatan erupsi freatik ini benar-benar mengarah pada letusan magmatik yang menjadi tingkat letusan paling berbahaya dari Merapi.

    Baca: Jangkauan Hujan Abu Gunung Merapi Mencapai Borobudur

    “Kami sedang teliti terus sejumlah material abu dari letusan freatik itu, apakah mengandung material baru atau tidak yang bisa menjadi penanda arah ke fase erupsi magmatik,” ujar Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG Yogyakarta Agus Budi Santoso ditemui di kantornya, Rabu, 23 Mei 2018.

    Agus menuturkan, dari penelitian maraton yang dilakukan BPPTKG itu pihaknya hanya ingin menemukan apakah sudah ada material berupa mineral gelas. Material yang dihasilkan dari erupsi freatik itu ada beberapa kriteria untuk dikategorikan sebagai mineral gelas.

    Baca: Letusan Freatik Gunung Merapi Lagi, Status Masih Waspada

    “Mineral gelas ini biasanya mencerminkan adanya material baru yang asalnya dari magma yang baru. Kami sedang cari kandungan mineral itu saat ini,” ujarnya.

    Agus menuturkan erupsi freatik gunung berapi memiliki dua kemungkinan. Sebagai siklus biasa atau menuju fase magmatik. Sebab sepanjang Mei ini dimulai tanggal 11 hingga 23 Mei, Merapi setidaknya sudah mengalami lima kali erupsi freatik. Status Merapi pun telah dinaikkan dari normal menjadi waspada per 21 Mei 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.