Politikus Demokrat Hitler Nababan Dikeroyok, Begini Kronologinya

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Kondisi Hitler Nababan anggota DPRD Karawang setelah dipukuli massa kemarin. Wajah politisi Demokrat itu dipenuhi luka lebam. Darah segar keluar dari hidung dan mulutnya (Istimewa)

    Kondisi Hitler Nababan anggota DPRD Karawang setelah dipukuli massa kemarin. Wajah politisi Demokrat itu dipenuhi luka lebam. Darah segar keluar dari hidung dan mulutnya (Istimewa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Karawang dari Fraksi Partai Demokrat, Hitler Nababan, dikeroyok, Selasa, 22 Mei 2018. Beberapa bogem mentah dan tendangan dari massa yang mengamuk ditujukan kepadanya. Hal itu diduga dipicu meme Amien Rais dan Rizieq Syihab.

    Setelah Hitler Nababan dipukuli di dalam ruang Muspida Gedung Paripurna DPRD Karawang, massa masih bergerombol di halaman parkir. Sedangkan Hitler yang babak belur ditenangkan di dalam ruangan. "Kami tidak langsung membawanya ke rumah sakit, karena masih berisiko," ujar seorang sekuriti DPRD Karawang, Selasa sore.

    Baca: Kata SBY Jika Partai Demokrat Kembali ke...

    Ketua Fraksi Demokrat Pendi Anwar menerobos kerumunan massa. Ia terlihat berbicara kepada sekelompok orang. Di antara mereka, terdapat tokoh organisasi kemasyarakatan dan beberapa politikus Karawang. Pendi meminta maaf atas nama Hitler dan partai. Ia berharap masalah ini bisa selesai dan semua pihak bisa berdamai.

    Tapi damai tak semudah itu. "Belum damai, belum damai!" teriak seorang bakal calon anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

    Menurut Pendi, koleganya khilaf telah mengunggah meme bergambar Amien Rais dan Rizieq Syihab sekitar satu bulan lalu, atau pada April 2018, di grup perpesanan Badan Anggaran DPRD. Hitler sudah diperingatkan. “Dia pun sudah meminta maaf di grup," kata Pendi kepada wartawan, Selasa sore.

    Namun unggahan Hitler mendadak ramai pada 22 Mei 2018. Tangkapan layar meme Amien-Rizieq yang diunggah Hitler tersebar ke publik sehingga memantik amarah massa.

    Baca: Cita-cita SBY jika Kelak Demokrat Masuk...

    Mengatasnamakan Forum Masyarakat Karawang (FMK), massa menggeruduk gedung DPRD Karawang. Mereka menyebar, mencari Hitler Nababan.

    Hitler berencana menemui massa untuk mengklarifikasi mengenai meme tersebut. "Hitler rencananya akan meminta maaf," tutur Pendi.

    Saat massa diberi tahu bahwa Hitler bersedia menemui mereka, massa masuk berdesakan di ruang Muspida. Ketika Hitler tiba di ruangan, situasi tak terkendali. Massa memaki-maki Hitler. Sebagian merangsek menyerang Hitler. Tiba-tiba, dari kerumunan, muncul seorang pria yang melayangkan tendangan lurus ke tubuh Hitler. Ahmad Rifai, kolega Hitler di Partai Demokrat, mencoba melerai. "Tenang, tenang, semuanya tenang," kata Ahmad.

    Baca: Suara Demokrat Merosot di Pemilu 2014, AHY: 5...

    Namun massa makin merangsek. Rifai tak kuasa membendung serangan massa, sehingga Hitler menjadi sasaran pukulan dan tendangan massa. Dia tersungkur, tapi massa terus menendang dan menginjak tubuh Hitler.

    Beberapa orang, termasuk dari Laskar FPI, berupaya menghentikan pengeroyokan. Hitler kemudian dibawa ke dalam kabin di dalam ruangan Muspida. Adapun massa perlahan keluar dari ruangan Muspida yang penuh sesak.

    Tak lama kemudian, Kepala Kepolisian Resor Karawang Ajun Komisaris Besar Slamet Waloya tiba di lokasi kejadian. Ia berbicara dengan pihak-pihak terkait, termasuk dengan Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari, yang mendinginkan suasana.

    Massa membubarkan diri setelah Ahmad mengajak salat asar. Adapun Hitler Nababan dievakuasi setelah Gedung Paripurna tak lagi terkepung. "Kami sudah mengevakuasi korban ke rumah sakit," ujar Slamet.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pidato Jokowi Terkait Kinerja dan Capaian Lembaga Tinggi Negara

    Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR pada 16 Agustus 2019. Inilah hal-hal penting dalam pidato Jokowi.